Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Rambah Samo Tanam Jagung Pipil 1,5 Hektare Bersama Kelompok Tani
Rohul – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan berbagai elemen di daerah. Di Kabupaten Rokan Hulu, jajaran Polsek Rambah Samo bersama kelompok tani, penyuluh pertanian, dan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melaksanakan penanaman jagung pipil Kuartal II Tahun 2026 di Desa Marga Mulya, Kecamatan Rambah Samo, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di RT 24 RW 08 Dusun Sumber Rejo tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung program swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Sejak pagi, suasana kebersamaan terlihat di lokasi penanaman. Personel kepolisian, anggota kelompok tani, penyuluh pertanian, hingga pengurus BUMDes bahu-membahu menyiapkan lahan dan menanam bibit jagung. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi dalam mendukung peningkatan produksi pangan di tingkat desa.
Kapolsek Rambah Samo, IPDA Sarlose Mesra, S.H., memimpin langsung kegiatan penanaman. Turut hadir Kanit Binmas IPDA Zulpendi, S.Pd.I., Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Marga Mulya H. Santoso, S.Tr.P., Kepala Unit Ketahanan Pangan BUMDes Mitra Usaha Mulya Sukino, personel Polsek Rambah Samo, serta anggota Kelompok Tani Sumber Mulyo selaku pengelola lahan.
Penanaman dilakukan di lahan seluas kurang lebih 1,5 hektare dengan menggunakan varietas unggul Pioner 32 Singa. Lahan yang dimanfaatkan merupakan tanah mineral hitam yang selama ini dinilai memiliki potensi cukup baik untuk pengembangan tanaman jagung. Sumber air di lokasi masih mengandalkan sistem tadah hujan, sehingga pengelolaan dan pemeliharaan tanaman menjadi faktor penting dalam mencapai hasil panen yang maksimal.
Kapolsek Rambah Samo, IPDA Sarlose Mesra, mengatakan keterlibatan kepolisian dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah sekaligus upaya mendekatkan diri kepada masyarakat melalui kegiatan produktif yang memberikan manfaat nyata.
Menurutnya, ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi seluruh pihak. Karena itu, kepolisian tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung program-program pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian. Dengan meningkatnya produksi pangan, maka ketahanan ekonomi masyarakat juga akan semakin kuat,” ujarnya di sela kegiatan.
Sementara itu, Kepala Unit Ketahanan Pangan BUMDes Mitra Usaha Mulya, Sukino, yang juga bertindak sebagai koordinator kegiatan, menjelaskan bahwa program penanaman jagung ini merupakan bagian dari langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat desa.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok tani, penyuluh pertanian, BUMDes, dan kepolisian menjadi modal penting untuk mewujudkan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
"Melalui sinergi yang terbangun ini, kami optimistis hasil panen nantinya dapat memberikan kontribusi bagi ketersediaan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” katanya.
Ia menambahkan, pemilihan varietas Pioner 32 Singa dilakukan karena dinilai memiliki produktivitas yang baik serta mampu beradaptasi dengan kondisi lahan di wilayah tersebut. Dengan pengelolaan yang tepat, varietas ini diharapkan mampu menghasilkan panen yang memuaskan.
Berdasarkan perencanaan yang telah disusun, bibit jagung ditanam pada 2 Juni 2026 dan diperkirakan akan memasuki masa panen pada 20 September 2026 mendatang. Selama masa pertumbuhan, tanaman akan mendapatkan pendampingan dari penyuluh pertanian untuk memastikan kebutuhan nutrisi dan perawatan dapat terpenuhi secara optimal.
Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Marga Mulya, H. Santoso, menyebutkan bahwa keberhasilan program pertanian tidak hanya ditentukan oleh kualitas bibit, tetapi juga dipengaruhi oleh pemeliharaan yang berkelanjutan serta kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
Ia berharap para petani dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola budidaya jagung sehingga produktivitas lahan pertanian di wilayah Rambah Samo terus meningkat.
Program penanaman jagung Kuartal II Tahun 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa upaya mewujudkan ketahanan pangan tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan sinergi lintas sektor agar target peningkatan produksi pangan dapat tercapai.
Dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut, diharapkan lahan seluas 1,5 hektare yang ditanami jagung ini mampu menghasilkan panen yang optimal. Selain mendukung program swasembada pangan nasional, keberhasilan panen nantinya juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu.
Melalui langkah-langkah nyata seperti ini, Desa Marga Mulya menunjukkan bahwa sektor pertanian tetap menjadi salah satu pilar penting pembangunan daerah sekaligus fondasi dalam menjaga ketahanan pangan bangsa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi saat ini.(*01/Leli)









Tulis Komentar