WBP Kabur dari Rutan Pekanbaru Akhirnya Ditangkap, Mengaku Takut Diancam Sesama Tahanan

PEKANBARU – Upaya pelarian seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru akhirnya berakhir. Setelah dilakukan pencarian intensif selama beberapa hari, petugas gabungan berhasil menemukan dan mengamankan kembali narapidana tersebut di kawasan Jalan Teluk Leok, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Kamis (27/5/2026). Penangkapan kembali WBP berinisial N itu menjadi perhatian publik setelah sebelumnya sempat dikabarkan melarikan diri dari Rutan Pekanbaru pada malam Senin lalu. Kejadian tersebut langsung memicu langkah cepat dari pihak rutan dengan membentuk tim pencarian khusus dan melakukan koordinasi lintas instansi. Kepala Rutan Kelas I Pekanbaru, Erwin Siregar, mengatakan sejak awal pihaknya langsung bergerak cepat begitu mengetahui adanya warga binaan yang tidak berada di tempat sebagaimana mestinya. “Sejak malam Senin, petugas Rutan langsung melakukan langkah cepat dan terukur untuk melakukan pencarian. Berkat kerja keras serta komitmen seluruh jajaran, warga binaan tersebut berhasil ditemukan di wilayah Jalan Teluk Leok, Rumbai,” ujar Erwin. Dalam proses pencarian, Rutan Pekanbaru tidak bekerja sendiri. Petugas turut berkoordinasi dengan jajaran Polresta Pekanbaru dan Polsek Rumbai guna mempersempit ruang gerak pelarian warga binaan tersebut. Kerja sama lintas aparat itu akhirnya membuahkan hasil setelah keberadaan N berhasil terdeteksi di salah satu kawasan di Kecamatan Rumbai. Saat ditemukan, kondisi warga binaan tersebut disebut dalam keadaan aman dan langsung diamankan petugas untuk dibawa kembali ke Rutan Kelas I Pekanbaru. Setelah diamankan, pihak rutan langsung melakukan pemeriksaan mendalam guna mengetahui motif pelarian dan kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. Dalam pemeriksaan tersebut, N mengaku nekat melarikan diri karena merasa takut dan tertekan akibat ancaman dari seorang teman sesama tersangka yang dikabarkan akan segera dipindahkan ke Rutan Pekanbaru. Menurut pengakuannya, ancaman itu membuat dirinya panik hingga akhirnya memilih kabur untuk menghindari pertemuan dengan orang yang dianggap dapat membahayakan dirinya. “Dia mengaku ketakutan setelah mendengar informasi bahwa seseorang yang pernah memiliki persoalan pribadi dengannya akan dipindahkan ke Rutan Pekanbaru. Karena merasa terancam, ia memilih melarikan diri,” ungkap salah seorang petugas. N juga menegaskan bahwa aksinya dilakukan secara spontan tanpa bantuan pihak mana pun. Ia mengaku hanya ingin menghindari konflik yang dikhawatirkan terjadi apabila bertemu dengan orang yang disebut pernah mengancam dirinya. Pihak Rutan Pekanbaru memastikan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban saat ini tetap aman dan terkendali. Meski demikian, insiden tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi jajaran pengamanan rutan.Erwin Siregar menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi internal secara menyeluruh untuk memperkuat sistem keamanan serta meningkatkan pengawasan terhadap seluruh warga binaan. “Evaluasi pasti dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Kami berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan Pekanbaru,” tegasnya. Peristiwa ini pun menjadi perhatian masyarakat karena kembali menyoroti pentingnya pengawasan maksimal di lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan negara. Selain faktor keamanan, kondisi psikologis warga binaan juga dinilai menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan guna mencegah tindakan nekat yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan. Dengan berhasil diamankannya kembali WBP tersebut, proses pemeriksaan kini terus dilakukan untuk mendalami kronologi lengkap pelarian sekaligus memastikan tidak adanya unsur kelalaian maupun keterlibatan pihak lain dalam kejadian itu. Sementara itu, aparat kepolisian dan pihak rutan mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya terkait insiden pelarian tersebut. Keberhasilan penangkapan kembali warga binaan itu sekaligus menjadi bukti kesigapan aparat dalam menjaga situasi keamanan tetap kondusif di Kota Pekanbaru.(*01/Leli)