FKPPI dan PPM Bersatu, Suhardiman Amby Nahkodai PPM Riau: Era Baru Kekuatan Putra-Putri Pejuang Dimulai

PEKANBARU -  Terpilihnya Bupati Kuantan Singingi, H. Suhardiman Amby, sebagai Ketua Umum Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Riau secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) PPM Riau di Pekanbaru menjadi momentum penting bagi kebangkitan organisasi keluarga besar pejuang dan veteran di Bumi Lancang Kuning.

Keputusan yang berlangsung penuh semangat kekeluargaan itu bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi, namun juga menjadi simbol menguatnya soliditas antarorganisasi keluarga besar TNI, Polri, veteran, dan pejuang kemerdekaan di Provinsi Riau.

Dukungan terhadap Suhardiman Amby terus mengalir dari berbagai elemen organisasi. Salah satu dukungan kuat datang dari Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) PC 0411 Kabupaten Kuantan Singingi.

Ketua FKPPI PC 0411 Kuansing, Shanti Evi Dimeti, menilai terpilihnya Suhardiman Amby menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar pejuang dan militer di Riau.

Menurutnya, sosok Suhardiman bukan hanya dikenal sebagai kepala daerah, tetapi juga memiliki latar belakang perjuangan yang kuat dan memahami nilai-nilai pengabdian kepada bangsa.

"Beliau bukan hanya pemimpin daerah, tetapi juga bagian dari keluarga besar pejuang bangsa. Sosok Pak Suhardiman memahami arti loyalitas, disiplin, dan semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu kita,” ujar Shanti, didampingi Sekretaris FKPPI PC 0411 Kuansing, Hendra Riko Purnomo atau yang akrab disapa Hendra Datuk.

Shanti mengungkapkan bahwa dirinya pun memiliki darah perjuangan yang mengalir dari keluarga besarnya. Selain merupakan anak anggota TNI, ia juga cucu dari pejuang kemerdekaan Republik Indonesia.

“Saya juga berasal dari keluarga pejuang. Mbah Karsa merupakan pejuang 45 dari kepolisian yang gugur pada tahun 1949 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Jombang.

Nilai perjuangan itu yang harus terus hidup sampai sekarang,” ungkapnya.
Menurut Shanti, sejarah panjang perjuangan bangsa tidak boleh dilupakan oleh generasi muda.

Di tengah perkembangan zaman dan derasnya pengaruh globalisasi, organisasi seperti PPM dan FKPPI dinilai memiliki tanggung jawab besar menjaga semangat nasionalisme dan cinta tanah air.

"Ini bukan sekadar organisasi biasa. Ini adalah wadah untuk menjaga marwah perjuangan para pahlawan bangsa.

Anak-cucu pejuang harus tetap bersatu dan menjadi garda terdepan menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris FKPPI PC 0411 Kuansing, Hendra Datuk, menyebut terpilihnya Suhardiman Amby sebagai sinyal kuat bahwa organisasi keluarga besar veteran dan militer di Riau memasuki fase kebangkitan baru yang lebih solid dan progresif.

Menurutnya, kolaborasi antara PPM dan FKPPI akan menjadi kekuatan strategis dalam menjaga nilai kebangsaan sekaligus berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Kolaborasi ini sangat penting.

Ke depan, putra-putri keluarga pejuang, veteran, TNI, dan Polri di Riau harus semakin solid, bermartabat, serta mampu mengambil peran nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.

Hendra menilai organisasi keluarga besar pejuang tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga persatuan bangsa dan membangun karakter generasi muda.

“Anak-anak pejuang harus tetap menjaga identitas dan loyalitas terhadap bangsa. Kita ingin generasi muda memahami bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dari perjuangan panjang dan pengorbanan para pahlawan,” katanya.

Di sisi lain, Suhardiman Amby menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya untuk memimpin PPM Riau.

Ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan PPM sebagai organisasi yang semakin solid, modern, dan mampu menjadi rumah besar keluarga pejuang di Provinsi Riau.

"Amanah ini tentu menjadi tanggung jawab besar bagi saya. Tugas kita bukan hanya membesarkan organisasi, tetapi juga menjaga semangat perjuangan dan nilai pengabdian yang diwariskan para pendahulu bangsa,” ujar Suhardiman.

Ia menegaskan, PPM harus hadir sebagai organisasi yang mampu melahirkan generasi muda berkarakter patriotik, disiplin, loyal, serta memiliki semangat cinta tanah air yang kuat.

“PPM harus menjadi rumah besar keluarga pejuang yang menjaga persatuan dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Secara historis, Pemuda Panca Marga merupakan organisasi yang lahir dari keluarga besar veteran Republik Indonesia, sedangkan FKPPI menjadi wadah berhimpunnya putra-putri purnawirawan TNI-Polri.

Kedua organisasi tersebut selama ini dikenal konsisten menjaga nilai nasionalisme, bela negara, dan semangat persatuan bangsa.

Karena itu, sinergi antara PPM dan FKPPI di bawah kepemimpinan tokoh yang memiliki rekam jejak kuat dinilai akan menjadi energi besar bagi masa depan organisasi keluarga besar pejuang di Riau.

Tidak hanya dalam menjaga eksistensi organisasi, tetapi juga dalam membangun karakter generasi muda, memperkuat persatuan sosial, menjaga stabilitas daerah, hingga mendukung pembangunan nasional.

Terpilihnya Suhardiman Amby secara aklamasi juga menunjukkan tingginya kepercayaan para kader terhadap kepemimpinan yang dinilai mampu menyatukan berbagai elemen keluarga besar pejuang dan militer di Riau.

Kini, publik menaruh harapan besar agar PPM Riau di bawah kepemimpinan Suhardiman Amby dapat menjadi organisasi yang lebih aktif, berpengaruh, dan mampu melahirkan generasi muda yang tetap teguh memegang nilai perjuangan para pahlawan bangsa.

Dengan semangat persatuan antara PPM dan FKPPI, era baru kekuatan putra-putri pejuang di Provinsi Riau diyakini mulai terbentuk—lebih solid, lebih kuat, dan tetap setia menjaga merah putih serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(01/Leli)