Lapas Pasir Pangarayan Ikuti Anev Nasional Pemasyarakatan, Perkuat Integritas dan Profesionalisme Pegawai
Pasir Pangarayan – Komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembinaan warga binaan terus diperkuat oleh Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pangarayan.
Hal tersebut terlihat saat jajaran Lapas Pasir Pangarayan mengikuti kegiatan Rapat Analisis dan Evaluasi (Anev) Bidang Pemasyarakatan yang digelar secara virtual oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Selasa (26/05/2026).
Kegiatan nasional tersebut diikuti seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi, evaluasi kinerja, serta penyampaian arah kebijakan terbaru di lingkungan pemasyarakatan.
Rapat virtual ini menjadi momentum penting dalam memperkuat integritas, meningkatkan profesionalisme pegawai, dan memastikan seluruh tugas pemasyarakatan berjalan sesuai aturan serta target yang telah ditetapkan pemerintah.
Pelaksanaan Anev berlangsung dengan penuh keseriusan. Seluruh jajaran pemasyarakatan dari berbagai daerah mengikuti arahan strategis yang disampaikan pimpinan kementerian dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menegaskan pentingnya menjaga kedisiplinan, loyalitas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.
Menurutnya, petugas pemasyarakatan memiliki peran yang sangat strategis dalam proses pembinaan warga binaan.
Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan warga binaan memperoleh pembinaan yang baik agar mampu kembali menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat.
"Integritas dan profesionalisme harus menjadi pondasi utama dalam menjalankan tugas pemasyarakatan. Seluruh jajaran harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi,” tegasnya dalam arahannya.
Selain memberikan penguatan terkait kedisiplinan kerja, Menteri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas pemasyarakatan di Indonesia yang tetap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan.
Ia menilai, keberhasilan sistem pemasyarakatan tidak terlepas dari komitmen para petugas yang bekerja secara maksimal dalam memberikan pelayanan dan pembinaan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Drs. Mashudi, turut memberikan arahan terkait penguatan pelaksanaan kebijakan pemasyarakatan di seluruh UPT.
Ia meminta seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas kinerja serta memperkuat pengawasan internal guna mencegah terjadinya pelanggaran yang dapat merusak citra institusi pemasyarakatan.
Mashudi menegaskan bahwa seluruh pegawai harus bekerja sesuai ketentuan yang berlaku dan menjunjung tinggi integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Menurutnya, kerja sama dan koordinasi antarpegawai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, profesional, dan kondusif.
“Seluruh petugas harus bekerja sesuai ketentuan yang berlaku, menjaga integritas, dan terus meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan,” ujarnya.
Keikutsertaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pangarayan dalam kegiatan Anev nasional tersebut menunjukkan keseriusan institusi dalam mendukung reformasi birokrasi dan penguatan tata kelola pemasyarakatan yang semakin modern dan transparan.
Seluruh jajaran pegawai mengikuti jalannya kegiatan dengan penuh perhatian sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung seluruh kebijakan dan arahan yang disampaikan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan maupun Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pegawai agar terus menjaga nama baik institusi dengan bekerja secara profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, kegiatan analisis dan evaluasi seperti ini sangat penting sebagai sarana monitoring dan penguatan kinerja seluruh jajaran pemasyarakatan.
Dengan adanya evaluasi rutin, setiap UPT dapat mengetahui capaian program, hambatan yang dihadapi, hingga langkah strategis yang perlu dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan warga binaan.
“Kegiatan ini menjadi pengingat bagi seluruh pegawai untuk terus meningkatkan integritas, menjaga profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan warga binaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, forum Anev tersebut juga menjadi wadah memperkuat sinergi antarunit pemasyarakatan di seluruh Indonesia.
Melalui koordinasi yang baik, diharapkan setiap UPT mampu menjalankan program kerja secara optimal serta mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang humanis dan berorientasi pada pembinaan.
Tidak hanya fokus pada pengamanan, sistem pemasyarakatan saat ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian maupun kemandirian warga binaan. Karena itu, seluruh petugas diminta untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan demi terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang lebih baik.
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pangarayan sendiri selama ini terus berupaya menghadirkan berbagai program pembinaan bagi warga binaan, mulai dari pembinaan mental dan spiritual hingga pelatihan keterampilan kerja.
Program-program tersebut diharapkan mampu memberikan bekal positif bagi warga binaan setelah selesai menjalani masa pidana.
Selain itu, peningkatan pelayanan publik juga menjadi salah satu fokus utama Lapas Pasir Pangarayan. Berbagai upaya dilakukan untuk menciptakan pelayanan yang cepat, transparan, dan humanis bagi masyarakat maupun keluarga warga binaan.
Dengan mengikuti kegiatan Anev nasional ini, Lapas Pasir Pangarayan kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat.
Ke depan, seluruh jajaran pemasyarakatan diharapkan mampu terus menjaga semangat pengabdian serta meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan secara berkelanjutan.
Melalui sinergi, kedisiplinan, dan integritas yang kuat, sistem pemasyarakatan Indonesia diharapkan semakin maju dan mampu memberikan kontribusi positif dalam pembinaan sumber daya manusia yang lebih baik.(*01/Leli)









Tulis Komentar