Bhabinkamtibmas dan BUMDes Teluk Aur Tinjau Perkembangan Jagung Hibrida, Warga Optimistis Hasil Panen Meningkat
Rokan Hulu – Upaya mendukung program ketahanan pangan terus dilakukan di berbagai wilayah Kabupaten Rokan Hulu.
Salah satunya terlihat di Dusun Aur Kuning, Desa Teluk Aur, Kecamatan Rambah Samo, di mana Bhabinkamtibmas Desa Teluk Aur AIPDA Gondo Wahyu Utomo, S.H. bersama Direktur BUMDes Aur Sejahtera, Zuhairi, turun langsung meninjau perkembangan tanaman jagung hibrida milik masyarakat, Senin (25/5/2026).
Kegiatan pengecekan tersebut berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga selesai dan turut dihadiri sejumlah masyarakat Dusun Aur Kuning yang selama ini terlibat aktif dalam pengelolaan lahan pertanian jagung. Peninjauan dilakukan di lahan seluas sekitar 1,5 hektar yang berada di RT 006 RW 003 Dusun Aur Kuning.
Kehadiran Bhabinkamtibmas bersama pengurus BUMDes menjadi bentuk nyata sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan yang kini menjadi salah satu fokus pembangunan desa.
Di tengah cuaca yang cukup terik, AIPDA Gondo Wahyu Utomo bersama Zuhairi tampak menyusuri area perkebunan jagung untuk melihat langsung kondisi tanaman.
Mereka memeriksa pertumbuhan batang, kondisi daun, hingga kesiapan tanaman menuju masa panen.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tanaman jagung pipil jenis hibrida varietas Pioneer P32 Singa tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
Saat ini usia tanaman telah mencapai 52 hari sejak dilakukan penanaman ulang pada 3 April 2026.
Sebelumnya, penanaman pertama diketahui dilakukan pada 25 Februari 2026.
Tanaman jagung yang tumbuh di atas lahan mineral dengan jenis tanah hitam itu kini memiliki tinggi bervariasi, mulai dari 120 sentimeter hingga mencapai sekitar 2 meter.
Kondisi tersebut menjadi indikator positif bahwa pertumbuhan tanaman berjalan optimal meskipun sistem pengairan masih mengandalkan air tadah hujan.
Direktur BUMDes Aur Sejahtera, Zuhairi, menyampaikan bahwa program penanaman jagung hibrida ini merupakan bagian dari upaya desa dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lahan sangat penting agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga.
Selain itu, dukungan dari pihak kepolisian melalui pendampingan Bhabinkamtibmas juga memberikan semangat tersendiri bagi petani.
“Alhamdulillah perkembangan jagung saat ini cukup bagus.
Kami terus melakukan pemantauan dan perawatan bersama masyarakat agar hasil panen nantinya maksimal. Kehadiran Bhabinkamtibmas tentu menjadi motivasi bagi warga,” ujarnya.
Sementara itu, AIPDA Gondo Wahyu Utomo mengatakan bahwa kegiatan monitoring tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan yang tengah digalakkan pemerintah.
Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat desa.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berupaya mendukung berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kami ingin memastikan program pertanian masyarakat berjalan baik. Kehadiran kami di lapangan juga untuk memberikan semangat kepada warga agar terus produktif dan kompak dalam mengelola lahan pertanian,” ungkapnya.
Selain memantau perkembangan tanaman, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani di lapangan.
Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain kondisi cuaca, kebutuhan pupuk, hingga sistem pengairan yang masih bergantung pada curah hujan.
Meski demikian, para petani tetap optimistis tanaman jagung dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen tiba.
Dukungan pemerintah desa dan BUMDes dinilai sangat membantu masyarakat dalam menjalankan usaha pertanian secara berkelanjutan.
Program penanaman jagung hibrida di Dusun Aur Kuning sendiri menjadi salah satu contoh pengelolaan lahan produktif yang mulai dikembangkan di wilayah pedesaan Kabupaten Rokan Hulu.
Selain memiliki nilai ekonomis tinggi, jagung juga menjadi komoditas penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Masyarakat berharap hasil panen nantinya mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor pertanian.
Dengan adanya pendampingan dan perhatian dari berbagai pihak, warga optimistis program tersebut akan terus berkembang di masa mendatang.
Suasana kebersamaan terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Warga yang hadir tampak antusias berdiskusi mengenai kondisi tanaman dan langkah-langkah perawatan yang perlu dilakukan agar hasil produksi semakin meningkat.
Kolaborasi antara masyarakat, aparat kepolisian, dan BUMDes dinilai menjadi kunci penting dalam menciptakan ketahanan pangan berbasis desa.
Pendekatan seperti ini juga diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong masyarakat dalam membangun sektor pertanian yang mandiri dan berkelanjutan.
Dengan perkembangan tanaman yang cukup baik hingga usia lebih dari 50 hari, masyarakat Dusun Aur Kuning kini menaruh harapan besar terhadap hasil panen mendatang.
Jika kondisi cuaca tetap mendukung dan perawatan dilakukan secara maksimal, tanaman jagung hibrida tersebut diperkirakan mampu memberikan hasil yang memuaskan bagi petani.
Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus diperluas ke wilayah lain di Desa Teluk Aur sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari sektor pertanian produktif.
Selain meningkatkan ekonomi warga, langkah tersebut juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pangan di daerah.
Melalui kegiatan monitoring yang dilakukan secara rutin, pemerintah desa bersama pihak terkait berharap setiap kendala yang muncul dapat segera diatasi.
Dengan demikian, program ketahanan pangan yang dijalankan benar-benar mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan menjadi contoh keberhasilan pengelolaan pertanian desa di Kabupaten Rokan Hulu.(*01/Leli)









Tulis Komentar