Blackout Sumbagut Lumpuhkan Aktivitas Warga, Ikan Koi Kesayangan Wali Kota Pekanbaru Ikut Jadi Korban

PEKANBARU – Pemadaman listrik total atau blackout yang melanda wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), termasuk Provinsi Riau, pada Jumat malam (22/5/2026), meninggalkan banyak cerita dan pengalaman tak terlupakan bagi masyarakat.

Tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, blackout yang berlangsung selama berjam-jam itu juga menimbulkan kerugian materi hingga kisah-kisah dramatis yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Salah satu cerita yang paling menyita perhatian publik datang dari rumah pribadi Wali Kota Pekanbaru,

Agung Nugroho Orang nomor satu di Kota Bertuah itu mengaku kehilangan ikan koi kesayangannya akibat padamnya listrik yang membuat sistem oksigen kolam berhenti total.
Kisah tersebut dibagikan langsung oleh Agung melalui akun media sosial Facebook miliknya pada Sabtu (23/5/2026).

Dalam unggahan itu, ia memperlihatkan beberapa foto ikan koi peliharaannya yang mati mengambang di kolam rumah.

"Mati lampu tadi malam menyisakan duka. Karena di rumah ga ada genset, semua ikan koi kesayangan saya meninggoy. Namanya musibah, ya saya harus ikhlas dan tabah,” tulis Agung dalam unggahannya.

Unggahan sederhana itu ternyata langsung viral dan menuai ribuan komentar dari masyarakat.

Banyak warga ikut berbagi pengalaman mereka selama blackout berlangsung. Mulai dari perjuangan menghadapi panas tanpa pendingin ruangan, menjaga anak-anak agar tetap nyaman, hingga menyelamatkan makanan dan barang elektronik di rumah masing-masing.

Fenomena blackout kali ini memang terasa berbeda. Selain terjadi secara mendadak, pemadaman juga berlangsung cukup lama di sejumlah wilayah.

Banyak warga mengaku panik karena seluruh aktivitas mendadak lumpuh. Di beberapa kawasan, listrik padam sejak petang hingga dini hari.

Tak sedikit warga yang akhirnya memilih keluar rumah untuk mengurangi rasa gerah. Jalan-jalan di Kota Pekanbaru bahkan sempat dipenuhi masyarakat yang berkumpul di luar rumah sambil menunggu listrik kembali menyala.

Salah seorang warga dengan akun media sosial @Sydxxx menceritakan bagaimana cucunya menangis sepanjang malam akibat kepanasan saat listrik padam.
“Cucu menangis sepanjang mati lampu Pak, endingnya dibawa keliling Pekanbaru dan akhirnya tertidur dalam mobil,” tulisnya di kolom komentar unggahan Agung Nugroho.

Cerita serupa juga datang dari para ibu rumah tangga yang harus berjibaku menenangkan anak-anak mereka di tengah cuaca panas.

Ada yang rela menjadi “kipas manual” demi membuat buah hati bisa tidur.

"Jadi satpam pak sambil kipasin anak-anak sampai tertidur. Mati lampu jam 18.45 hidup jam 01.30,” tulis akun @Ernxxx.

Sementara akun lain, @Novxxx, mengaku hanya bisa tidur “ayam” di lantai bersama anak-anaknya karena suhu rumah terasa sangat panas tanpa pendingin udara.

Bagi keluarga yang memiliki bayi, blackout menjadi tantangan tersendiri. Salah seorang warga bernama @Evaxxx mengungkapkan dirinya harus berkali-kali mengelap tubuh bayi berusia enam bulan agar tetap sejuk.

“Saya punya bayi 6 bulan yang sudah terbiasa dengan AC. Sekali setengah jam lap badan pakai air biar tetap adem,” tulisnya.

Ada pula warga yang memilih menjadikan mobil sebagai “rumah kedua” selama listrik padam. Mereka memanfaatkan pendingin udara mobil sekaligus untuk mengisi daya telepon genggam.

"Kami tidur di mobil pak. Anak-anak pada kepanasan. Gak ada genset, gak ada lampu emergency. Terpaksa hidupkan mobil untuk penerangan, ngecas HP dan pendingin,” tulis akun @Indxxx.

Tidak hanya manusia yang terdampak, hewan peliharaan pun ikut menjadi korban blackout. Kematian ikan koi milik Wali Kota Pekanbaru memicu banyak warganet memberikan tips darurat agar ikan tetap bertahan hidup saat listrik padam.

Salah satunya datang dari akun @Harxxx yang membagikan cara sederhana menyelamatkan ikan koi tanpa mesin aerator.

"Kalau di rumah ada pelihara ikan koi atau ikan yang membutuhkan oksigen apabila mati lampu, caranya sediakan ember, taruh ikan di ember, lalu biarkan air menetes perlahan dari kran. Gelembung air itu bisa jadi oksigen. Alhamdulillah ikan koi saya selamat semua,” tulisnya.

Komentar tersebut mendapat banyak respons positif dari pengguna media sosial lain karena dianggap bermanfaat dan mudah diterapkan dalam kondisi darurat.

Di tengah berbagai keluhan dan cerita lucu selama blackout, muncul juga sejumlah saran kreatif dari masyarakat.

Salah satunya terkait penggunaan energi alternatif seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk kebutuhan darurat rumah tangga.

“Saatnya beralih ke listrik tenaga surya untuk keadaan darurat atau hanya untuk kolam koi Pak Wali. Walaupun padam listrik dari PLN, koi tetap aman,” komentar akun @Yusxxx.

Selain itu, ada juga komentar bernada humor yang menghibur warganet di tengah situasi tidak nyaman akibat pemadaman listrik.

Seorang pengguna media sosial bahkan mengeluhkan tikus-tikus di rumahnya menjadi lebih aktif saat blackout terjadi.

“Tikus di rumah jadi berkeliaran pak, kepanasan sambil mendengar suara syahdu dari larian kecil mereka,” tulis akun @Aisxxx.

Sementara komentar lain yang tak kalah menyentuh datang dari seorang ibu menyusui yang harus merelakan stok ASI perahnya rusak karena kulkas tidak berfungsi selama listrik padam.

“ASI ku dalam kulkas akhirnya bermuara di tanaman, hiks,” tulis akun Ranxxx disertai emoji sedih.

Blackout massal yang melanda Sumbagut kali ini memang menjadi pengingat betapa besar ketergantungan masyarakat terhadap listrik dalam kehidupan sehari-hari.

Mulai dari kebutuhan rumah tangga, kesehatan bayi, penyimpanan makanan, hingga hobi memelihara ikan hias semuanya terdampak hanya dalam hitungan jam.

Meski begitu, di balik situasi sulit tersebut, muncul pula solidaritas dan kreativitas warga dalam menghadapi keadaan darurat.

Media sosial dipenuhi cerita, keluhan, hingga candaan yang justru memperlihatkan sisi humanis masyarakat Riau ketika menghadapi musibah bersama.

Bagi Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, kehilangan ikan koi kesayangannya mungkin menjadi pengalaman pahit.

Namun unggahannya berhasil membuka ruang bagi masyarakat untuk berbagi cerita dan saling menguatkan setelah malam panjang tanpa listrik yang sempat melumpuhkan aktivitas di berbagai daerah di Sumatera.(01/Leli)