Panen Raya Jagung Pipil di Kampar Kiri Hilir, Bukti Lahan Tumpang Sari Mampu Dongkrak Ketahanan Pangan
KAMPAR – Semangat kebersamaan dan rasa syukur menyelimuti lahan pertanian milik Lesi Tilam Banua di Desa Bangun Sari, Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Rabu (20/05/2026) pagi.
Di bawah terik matahari yang mulai meninggi, para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Karya Tani tampak antusias memanen jagung pipil hasil budidaya sistem tumpang sari yang telah mereka kelola selama berbulan-bulan.
Panen raya tersebut menjadi momen membanggakan bagi masyarakat setempat. Dari lahan seluas sekitar satu hektar, kelompok tani berhasil menghasilkan kurang lebih 1000 kilogram jagung pipil.
Hasil itu dinilai sebagai capaian positif dalam mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kegiatan panen dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Tidak hanya petani, kegiatan itu juga dihadiri langsung Kapolsek Kampar Kiri Hilir AKP Era Maifo, S.H., beserta jajaran personel Polsek Kampar Kiri Hilir.
Hadir pula Kanit Sabhara Aiptu Darmanto, Kanit Provost IPDA Aprizal, Ps. Kanit Binmas AIPDA Syaputra Efendi, S.H., serta Bhabinkamtibmas Desa Bangun Sari Aiptu Indra S.
Selain unsur kepolisian, kegiatan tersebut turut dihadiri Koordinator Penyuluh Pertanian Junadi Damanik, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Bangun Sari Dwi Adrianto, Ketua Kelompok Tani Agus Riandi, anggota kelompok tani, dan pemilik lahan Lesi Tilam Banua.
Kehadiran berbagai pihak dalam panen raya itu menjadi gambaran nyata sinergi antara aparat kepolisian, penyuluh pertanian, dan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian lokal. Kebersamaan itu terlihat saat aparat kepolisian ikut turun langsung membantu memanen jagung bersama para petani.
Kapolsek Kampar Kiri Hilir AKP Era Maifo mengatakan, keberhasilan panen tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan para petani, tetapi juga menjadi bukti bahwa kerja sama lintas sektor mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Panen hari ini bukan sekadar hasil pertanian biasa. Ini adalah simbol keberhasilan kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan. Kita melihat bagaimana lahan satu hektar yang dikelola dengan sistem tumpang sari mampu menghasilkan sekitar 1000 kilogram jagung pipil. Ini membuktikan bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi yang baik, desa mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemandirian pangan,” ujar Kapolsek.
Ia menambahkan bahwa kehadiran kepolisian di tengah masyarakat bukan hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan dukungan terhadap kegiatan masyarakat yang membawa manfaat positif.
"Kami ingin masyarakat merasakan bahwa polisi hadir bukan hanya saat ada persoalan keamanan, tetapi juga hadir mendukung kegiatan produktif masyarakat, termasuk sektor pertanian. Petani adalah tulang punggung ketahanan pangan negara dan harus terus diberi semangat,” tambahnya.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, para petani bersama aparat kepolisian tampak memetik jagung secara bersama-sama. Tumpukan jagung hasil panen terlihat memenuhi sisi lahan, menjadi simbol keberhasilan kerja keras yang dilakukan sejak masa tanam hingga panen tiba.
Ketua Kelompok Tani Karya Tani, Agus Riandi, mengaku bersyukur atas hasil panen yang diperoleh kelompoknya tahun ini.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, terutama para penyuluh pertanian dan jajaran kepolisian yang terus memberikan motivasi kepada petani.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan semua pihak. Selama proses penanaman hingga panen, kami selalu mendapat pendampingan dan arahan. Dukungan seperti ini membuat petani semakin semangat untuk terus mengembangkan pertanian,” ujarnya.
Agus menjelaskan bahwa sistem tumpang sari yang diterapkan pada lahan tersebut memberikan manfaat besar bagi petani. Selain mampu memaksimalkan pemanfaatan lahan, metode itu juga membantu meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Junadi Damanik menjelaskan bahwa sistem tumpang sari merupakan salah satu metode pertanian yang efektif dan ramah lingkungan. Dengan pola tanam yang tepat, lahan dapat dimanfaatkan lebih maksimal tanpa mengurangi kualitas hasil panen.
"Kami terus memberikan edukasi kepada petani tentang teknik budidaya yang efisien dan berkelanjutan. Hasil panen hari ini menjadi bukti bahwa dengan pengelolaan yang baik, lahan pertanian dapat menghasilkan produktivitas yang optimal,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan panen jagung pipil tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk terus mengembangkan inovasi di bidang pertanian, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan cuaca dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.
Pemilik lahan, Lesi Tilam Banua, juga tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya melihat hasil panen yang melimpah. Ia mengaku bersyukur lahannya kini mampu memberikan hasil yang lebih maksimal melalui penerapan sistem tumpang sari.
“Dulu lahan ini hanya ditanami satu jenis tanaman. Sekarang hasilnya lebih baik dan lebih produktif. Saya berharap program seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak petani yang ikut menerapkannya,” ujarnya penuh harap.
Selama kegiatan berlangsung, situasi tetap aman dan kondusif. Antusiasme para petani dan masyarakat yang hadir membuat suasana panen raya terasa hangat dan penuh kebersamaan.
Tidak sedikit warga yang turut menyaksikan proses panen sambil memberikan semangat kepada para petani.
Panen raya yang digelar Kelompok Tani Karya Tani itu diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di wilayah Kampar Kiri Hilir untuk semakin aktif mengembangkan sektor pertanian.
Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa sektor pertanian tetap menjadi salah satu kekuatan utama masyarakat desa dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Pihak Polsek Kampar Kiri Hilir juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan pertanian masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama menjaga ketahanan pangan nasional.
Dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong semangat petani untuk terus produktif dan mandiri.
Dengan keberhasilan panen jagung pipil ini, Desa Bangun Sari menunjukkan bahwa melalui kerja sama, inovasi, dan semangat gotong royong,
cita-cita swasembada pangan bukan sekadar harapan, tetapi sesuatu yang nyata dan dapat diwujudkan dari desa.(*01/Leli)









Tulis Komentar