Pemkab Rohul, DPR RI dan Kemenpar RI Perkuat Branding Wisata Digital, Pariwisata Rohul Siap Mendunia Lewat Media Sosial
Rokan Hulu – Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) terus menunjukkan komitmennya dalam membangkitkan sektor pariwisata daerah melalui promosi berbasis digital. Bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan DPR RI, Pemkab Rohul menggelar kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) branding “Wonderful Indonesia” berbasis media sosial di Ballroom Hotel Sapadia, Selasa (06/05/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat promosi destinasi wisata Rohul di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Melalui pemanfaatan media sosial, pemerintah berharap potensi wisata Rohul dapat dikenal lebih luas hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.
Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Rokan Hulu yang diwakili Asisten III Setda Rohul, Edi Suherman, SH. Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Rohul H. Helfiskar, SH, MH, Kepala Dinas Kominfo Rohul Suharman, S.Pi, MM, Kabid IKP Diskominfo Rohul Dr. Rudy Fadrial, S.Sos, M.Si, serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat.
Hadir pula Anggota Komisi VII DPR RI , Anggota DPRD Provinsi Riau , perwakilan Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata RI, perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Sekretaris Umum DPH LAMR Rohul Datuk Tasmid, serta para peserta dari berbagai komunitas dan pegiat media sosial.
Dalam sambutannya, Edi Suherman menegaskan bahwa branding “Wonderful Indonesia” bukan hanya slogan promosi wisata nasional semata, melainkan identitas bangsa yang menggambarkan kekayaan budaya, keramahan masyarakat, dan keindahan alam Indonesia.
Menurutnya, Kabupaten Rokan Hulu memiliki potensi wisata yang sangat besar dan beragam. Mulai dari wisata religi, wisata budaya, hingga wisata alam yang tersebar di berbagai wilayah Rohul.
“Di Rohul sendiri terdapat sekitar 96 objek wisata yang memiliki daya tarik luar biasa. Potensi ini merupakan aset besar yang harus terus dikembangkan dan dipromosikan secara maksimal,” ujarnya.
Namun demikian, ia menilai potensi wisata yang besar tidak akan berkembang optimal tanpa dukungan promosi yang kuat dan berkelanjutan. Karena itu, pemanfaatan media sosial menjadi salah satu strategi paling efektif untuk memperkenalkan wisata Rohul kepada masyarakat luas.
“Sekarang eranya digital. Promosi wisata tidak cukup hanya melalui baliho atau kegiatan seremonial. Kita membutuhkan strategi promosi kreatif yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebiasaan masyarakat saat ini,” jelasnya.
Edi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ikut ambil bagian dalam memperkenalkan wisata Rohul melalui platform digital seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook.
Menurutnya, media sosial memiliki kekuatan besar dalam membentuk persepsi publik dan menarik minat wisatawan untuk datang langsung melihat keindahan suatu daerah.
Senada dengan itu, Anggota DPR RI Hendri Munief menyampaikan bahwa sektor pariwisata saat ini memiliki peluang besar untuk berkembang apabila didukung promosi digital yang tepat sasaran.
Ia menilai media sosial mampu menjadi alat promosi yang murah, cepat, dan memiliki jangkauan luas dibanding metode promosi konvensional.
“Promosi wisata sekarang sangat efektif melalui media sosial. Konten yang menarik bisa langsung dilihat ribuan bahkan jutaan orang dalam waktu singkat,” kata Hendri.
Ia juga menekankan pentingnya melibatkan konten kreator lokal, influencer daerah, komunitas kreatif, hingga generasi muda dalam membangun citra positif pariwisata Rohul.
Menurut Hendri, kekuatan media sosial bukan hanya pada jumlah penonton, tetapi juga pada kemampuan membangun pengalaman dan cerita yang mampu mempengaruhi orang lain untuk datang berkunjung.
“Ketika orang datang ke Rohul, menikmati alamnya, lalu membagikan pengalaman mereka di media sosial, itu sudah menjadi promosi yang sangat kuat. Dari situlah efek viral bisa tercipta,” terangnya.
Ia optimistis jika promosi wisata dilakukan secara konsisten dan kreatif, maka sektor pariwisata Rohul akan mampu berkembang pesat dan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat.
Tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, sektor pariwisata juga diyakini mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, mulai dari kuliner, penginapan, jasa transportasi, hingga produk UMKM lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Rohul H. Helfiskar menyampaikan bahwa kegiatan bimtek ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang promosi wisata digital.
Melalui pelatihan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai strategi branding digital, teknik membuat konten menarik, hingga cara membangun identitas wisata daerah yang kuat dan konsisten di media sosial.
“Kita ingin masyarakat Rohul, terutama anak muda, mampu menjadi duta wisata digital yang bisa memperkenalkan potensi daerahnya masing-masing,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti sesi diskusi interaktif dan berbagi pengalaman mengenai strategi promosi wisata di era digital.
Berbagai ide kreatif juga muncul dalam forum tersebut, mulai dari pembuatan video promosi destinasi wisata, penguatan narasi budaya lokal, hingga kolaborasi antara pemerintah dan komunitas digital untuk memperluas promosi wisata Rohul.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Rohul berharap promosi wisata daerah tidak lagi berjalan secara konvensional, tetapi mampu mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi digital secara maksimal.
Dengan kekayaan alam, budaya, dan religi yang dimiliki, Rohul dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Provinsi Riau.
Kolaborasi antara pemerintah, DPR RI, Kementerian Pariwisata, komunitas kreatif, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mewujudkan pariwisata Rohul yang maju, dikenal luas, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(*01/Leli)









Tulis Komentar