Patroli Humanis Polres Kampar Redam Antrean BBM, Warga Apresiasi Kehadiran Polisi di SPBU

Bangkinang – Upaya menjaga ketertiban sekaligus meredam potensi keresahan masyarakat terus dilakukan jajaran Polres Kampar. Melalui Tim Raga, kepolisian menggelar patroli humanis di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Minggu malam (3/5/2026), menyusul meningkatnya antrean kendaraan saat pengisian BBM.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 22.00 WIB itu dipimpin oleh IPTU Irwan Fadilla, S.H., bersama delapan personel. Fokus utama patroli diarahkan ke dua titik strategis, yakni SPBU Bangkinang Kota dan SPBU Air Tiris, yang dalam beberapa hari terakhir dilaporkan mengalami lonjakan antrean.

Instruksi patroli ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolres Kampar, Boby Putra Ramadhan Sebayang, yang menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelayanan kepolisian, khususnya di lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam keterangannya, Kapolres menegaskan bahwa kehadiran polisi bukan semata untuk mengatur lalu lintas antrean, tetapi juga memastikan masyarakat merasa aman dan terlayani. “Kami memprioritaskan kenyamanan masyarakat dalam setiap kegiatan kepolisian. Antrean panjang di SPBU berpotensi memicu keresahan, sehingga perlu diantisipasi dengan pendekatan yang persuasif dan solutif,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh personel yang terlibat telah dibekali arahan untuk mengedepankan komunikasi yang baik. Polisi diminta tidak hanya bersikap tegas, tetapi juga ramah dalam memberikan informasi dan membantu masyarakat memahami situasi yang terjadi, termasuk terkait pasokan BBM.

Di lapangan, Tim Raga terlihat aktif mengatur jalur antrean kendaraan agar tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar SPBU. Selain itu, petugas juga memberikan imbauan langsung kepada pengendara agar tetap sabar serta menghindari tindakan yang dapat memicu konflik, seperti menyerobot antrean.

Pendekatan ini dinilai efektif dalam menciptakan suasana yang kondusif. Di SPBU Bangkinang Kota, misalnya, petugas tidak hanya berdiri mengawasi, tetapi juga berdialog dengan masyarakat. Mereka memberikan penjelasan terkait kondisi distribusi BBM serta mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban bersama.

Respons positif pun datang dari masyarakat. Sejumlah warga yang mengantre mengaku merasa lebih tenang dengan kehadiran polisi. Mereka menilai kehadiran aparat memberi rasa aman sekaligus membantu mempercepat proses antrean.

“Kami jadi lebih tenang. Biasanya kalau antre panjang seperti ini rawan ribut, tapi dengan adanya polisi, suasana jadi lebih tertib. Mereka juga ramah menjelaskan kondisi di lapangan,” ujar salah satu warga di SPBU Air Tiris.

Meski demikian, situasi antrean BBM sendiri masih menjadi perhatian publik. Beberapa warga berharap adanya langkah lebih lanjut dari pihak terkait, terutama dalam memastikan kelancaran distribusi BBM agar antrean panjang tidak terus terjadi.

Menanggapi hal ini, Kapolres Kampar menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi penghubung antara masyarakat dan instansi terkait. Ia menyebutkan bahwa kepolisian akan terus berkoordinasi untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar serta meminimalkan potensi gangguan di lapangan.

“Kami tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi. Harapannya, masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum tentu benar,” jelasnya.

Pengamat sosial di daerah setempat menilai langkah patroli humanis ini sebagai pendekatan yang tepat di tengah kondisi sensitif seperti antrean BBM. Menurutnya, kehadiran aparat dengan pendekatan persuasif dapat meredam emosi masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa solusi jangka panjang tetap diperlukan, terutama terkait manajemen distribusi energi. Tanpa perbaikan sistemik, potensi antrean panjang dikhawatirkan akan terus berulang dan menjadi sumber keresahan baru.

Sementara itu, patroli yang berlangsung hingga larut malam tersebut dilaporkan berjalan aman dan lancar. Tidak ditemukan insiden berarti selama kegiatan berlangsung. Personel di lapangan juga tetap siaga menerima laporan masyarakat, baik secara langsung maupun melalui jalur komunikasi yang tersedia.

Polres Kampar memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala, khususnya di titik-titik rawan yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Dengan pendekatan humanis dan komunikasi yang terbuka, diharapkan kehadiran polisi dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Di tengah dinamika kebutuhan energi dan mobilitas masyarakat yang tinggi, sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan kenyamanan bersama.