Wabup Siak Syamsurizal Resmi Buka Belantik Cup III, 64 Tim Siap Berlaga Selama Sebulan
Siak – Semarak olahraga kembali menggeliat di Kabupaten Siak. Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, secara resmi membuka Open Turnamen Sepak Bola Belantik Cup III yang digelar di Lapangan Bola Kaki Dusun Belantik, Sabtu (2/5/2026). Turnamen tahunan ini menjadi magnet bagi pecinta sepak bola lokal, dengan diikuti sebanyak 64 tim dari berbagai kecamatan hingga luar daerah.
Pembukaan turnamen berlangsung meriah dengan dihadiri sejumlah tokoh penting daerah, termasuk anggota DPRD Kabupaten Siak, unsur Forkopimda, Camat Siak, Penghulu, serta masyarakat yang antusias memadati lapangan. Suasana penuh semangat terlihat sejak awal acara, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga sepak bola sebagai ajang silaturahmi sekaligus kompetisi.
Dalam sambutannya, Syamsurizal menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen tersebut. Ia menilai Belantik Cup III bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga memiliki dampak luas bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
“Alhamdulillah, kami dari Pemerintah Kabupaten tentu sangat mengapresiasi pelaksanaan turnamen seperti ini. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kampung kita, terutama bagi pelaku UMKM,” ujar Syamsurizal.
Turnamen Belantik Cup III dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, dengan sistem pertandingan dua tim setiap harinya. Format ini dinilai mampu menjaga ritme kompetisi tetap menarik sekaligus memberikan kesempatan bagi seluruh tim untuk tampil maksimal. Dengan jumlah peserta yang cukup besar, panitia juga memastikan kesiapan teknis agar setiap pertandingan berjalan lancar, tertib, dan sportif.
Selain fokus pada aspek olahraga, pemerintah daerah juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini sebagai peluang ekonomi. Syamsurizal secara khusus mengajak warga untuk berpartisipasi aktif dengan membuka usaha kecil di sekitar lokasi pertandingan.
“Kepada masyarakat, saya berpesan manfaatkan event seperti ini untuk menambah pendapatan. Silakan berjualan, baik makanan, minuman, maupun produk lainnya yang bisa ditawarkan kepada penonton,” katanya.
Imbauan tersebut mendapat respons positif dari warga. Sejumlah pelaku UMKM terlihat mulai membuka lapak di sekitar lapangan, menjajakan berbagai jenis makanan ringan, minuman segar, hingga produk lokal khas daerah. Kehadiran para pedagang ini tidak hanya menambah semarak suasana, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih lengkap bagi para penonton yang datang.
Sementara itu, pertandingan pembuka langsung menyajikan laga menarik antara Korin United FC melawan KBR FC. Kick-off pertandingan ditandai dengan tendangan pertama oleh Syamsurizal, didampingi anggota DPRD Kabupaten Siak Sujarwo serta Ketua Umum Askab PSSI Kabupaten Siak, Romy Lesmana. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya kompetisi yang diharapkan berjalan sportif dan penuh semangat kebersamaan.
Dari sisi pembinaan olahraga, turnamen ini juga menjadi ajang penting untuk menjaring bibit-bibit muda berbakat di bidang sepak bola. Dengan melibatkan tim dari berbagai daerah, kompetisi ini membuka peluang bagi pemain lokal untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding.
Ketua panitia pelaksana menyebutkan bahwa Belantik Cup III telah dipersiapkan secara matang, baik dari segi teknis pertandingan maupun keamanan. Panitia bekerja sama dengan aparat setempat untuk memastikan jalannya turnamen tetap kondusif dan nyaman bagi seluruh peserta dan penonton.
“Kami berharap turnamen ini dapat berjalan lancar hingga selesai. Selain menjadi ajang kompetisi, kami ingin Belantik Cup menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, sejumlah pihak juga mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas dan ketertiban selama turnamen berlangsung. Antusiasme tinggi dari peserta dan penonton perlu diimbangi dengan kesadaran untuk menjunjung tinggi nilai-nilai fair play, sehingga tujuan utama dari kegiatan ini dapat tercapai secara maksimal.
Belantik Cup III diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan semata, tetapi juga mampu berkembang menjadi turnamen yang lebih besar di masa depan. Dengan dukungan pemerintah daerah, masyarakat, serta stakeholder terkait, turnamen ini berpotensi menjadi ikon olahraga yang membanggakan Kabupaten Siak.
Di tengah upaya pemerintah mendorong pembangunan berbasis masyarakat, kegiatan seperti Belantik Cup III menjadi contoh nyata bagaimana olahraga dapat menjadi penggerak berbagai sektor, mulai dari sosial, ekonomi, hingga pembinaan generasi muda. Jika dikelola secara konsisten dan profesional, bukan tidak mungkin turnamen ini akan melahirkan pemain-pemain berbakat yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Dengan semangat kebersamaan dan dukungan seluruh pihak, Belantik Cup III resmi dimulai. Selama satu bulan ke depan, Lapangan Bola Kaki Dusun Belantik akan menjadi pusat perhatian, menghadirkan pertandingan-pertandingan seru yang dinantikan oleh masyarakat Siak dan sekitarnya.(*02/cinta)









Tulis Komentar