KONI Siak Sambut Hangat Tim Juara Futsal, Tekankan Pembinaan Berkelanjutan Menuju Porprov 2027
Siak — Keberhasilan tim Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Siak menjuarai Kejurda Futsal Gubernur Riau Cup 2026 disambut penuh kebanggaan oleh jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Siak. Ketua Umum KONI Siak, Syamsurizal, secara langsung menerima kepulangan tim di kediaman dinas Wakil Bupati Siak, Sabtu (2/5/2026), dalam suasana hangat dan penuh apresiasi atas capaian membanggakan tersebut.
Syamsurizal yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Siak hadir bersama sejumlah pengurus KONI, di antaranya Sekretaris Siswanto, Wakil Ketua Irwan Priyatna, serta Ketua PSSI Siak Romi Lesmana. Turut hadir Ketua Afkab Siak, Andi Darmawan, bersama pelatih, official, dan para atlet yang baru saja mengharumkan nama daerah di tingkat Provinsi Riau.
Dalam sambutannya, Syamsurizal mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas kerja keras seluruh tim. Ia menilai prestasi ini bukan hanya sekadar kemenangan dalam turnamen, tetapi juga bukti nyata bahwa pembinaan olahraga di daerah mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
“Ini adalah kebanggaan bagi Kabupaten Siak. Terima kasih kepada seluruh pemain, pelatih, dan official yang telah berjuang maksimal. Kemenangan ini menjadi motivasi besar bagi kita semua untuk terus memajukan olahraga daerah,” ujarnya.
Meski demikian, Syamsurizal juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi prestasi. Ia berharap keberhasilan ini tidak membuat para atlet cepat puas, melainkan menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang, termasuk dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau 2027.
Perjalanan Afkab Siak menuju gelar juara memang tidak mudah. Bertanding di GOR Tribuana Pekanbaru, tim asuhan pelatih Revallino sempat mengalami kekalahan pada laga pembuka fase grup. Mereka harus mengakui keunggulan Afkot Pekanbaru dengan skor 4-6, hasil yang sempat menimbulkan keraguan terhadap peluang mereka melaju jauh.
Namun, kekalahan tersebut justru menjadi titik balik. Pada pertandingan berikutnya, Afkab Siak tampil lebih solid dan percaya diri dengan kemenangan telak 7-2 atas Afkab Pelalawan. Hasil tersebut mengantarkan mereka lolos ke babak gugur sebagai runner-up grup.
Di fase knockout, mental juara mulai terlihat. Menghadapi Afkab Indragiri Hilir (Inhil), Siak harus melalui laga ketat yang berakhir imbang 4-4 di waktu normal. Adu penalti pun menjadi penentu, dan Siak berhasil unggul 4-3. Kemenangan ini menjadi momentum penting sebelum mereka melangkah ke semifinal.
Pada babak empat besar, Afkab Siak tampil dominan dengan menundukkan Afkab Kepulauan Meranti 7-2. Permainan agresif dan kolektivitas tim menjadi kunci keberhasilan mereka melaju ke partai puncak.
Final mempertemukan kembali Siak dengan Afkot Pekanbaru, tim yang sebelumnya mengalahkan mereka di fase grup. Laga berlangsung dramatis. Siak sempat tertinggal jauh 0-4, kondisi yang membuat banyak pihak meragukan peluang mereka untuk bangkit.
Namun, semangat pantang menyerah ditunjukkan Galang Tri Andikha dan rekan-rekannya. Perlahan namun pasti, mereka mampu mengejar ketertinggalan hingga menyamakan skor menjadi 5-5 di detik-detik akhir pertandingan. Adu penalti kembali menjadi penentu, dan kali ini Siak keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3.
Selain meraih trofi juara, Afkab Siak juga mendominasi penghargaan individu. Pelatih Revallino dinobatkan sebagai pelatih terbaik, Alfath Syah Ramadhan sebagai pemain terbaik, dan Galang Tri Andikha sebagai kiper terbaik.
Ketua Afkab Siak, Andi Darmawan, menilai keberhasilan ini terasa semakin istimewa karena seluruh pemain merupakan putra asli daerah. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa potensi lokal mampu bersaing di tingkat provinsi jika mendapat pembinaan yang tepat.
“Ini hasil kerja keras bersama. Dengan persiapan yang sangat singkat, kurang dari satu bulan, anak-anak mampu menunjukkan kualitas dan mental bertanding yang luar biasa,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan kabar menggembirakan terkait salah satu pemainnya. Kiper andalan tim, Galang Tri Andikha, mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi Tim Nasional U-17. Galang disebut menjadi satu-satunya perwakilan dari Riau dalam seleksi tersebut.
Di sisi lain, sejumlah pihak menilai keberhasilan ini harus diikuti dengan langkah konkret dalam pembinaan berkelanjutan. Tanpa dukungan fasilitas, kompetisi rutin, dan pengembangan pelatih, prestasi seperti ini dikhawatirkan sulit dipertahankan.
Menanggapi hal tersebut, pengurus Afkab Siak memastikan bahwa skuad juara tidak akan dibubarkan. Tim ini akan tetap dipertahankan dan dibina secara berkelanjutan sebagai persiapan menghadapi Porprov Riau 2027.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga chemistry tim sekaligus meningkatkan kualitas permainan para atlet. Selain itu, KONI Siak juga diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan organisasi cabang olahraga, guna menciptakan ekosistem olahraga yang lebih kompetitif.
Keberhasilan Afkab Siak menjadi juara Kejurda Futsal Gubernur Riau Cup 2026 tidak hanya menjadi catatan prestasi, tetapi juga momentum penting bagi kebangkitan olahraga futsal di daerah. Tantangan berikutnya adalah bagaimana menjaga konsistensi dan meningkatkan prestasi di level yang lebih tinggi.
Dengan semangat juang yang telah ditunjukkan, serta komitmen pembinaan yang berkelanjutan, harapan besar pun tertuju pada generasi atlet muda Siak untuk terus mengharumkan nama daerah, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga nasional.(*02/cinta)









Tulis Komentar