Bupati Afni: Pramuka Jadi Benteng Karakter Anak di Tengah Tantangan Digital
Siak — Di tengah derasnya arus digitalisasi yang kian memengaruhi kehidupan anak-anak dan remaja, pendidikan karakter kembali menjadi sorotan utama. Bupati Siak, Afni Zulkifli, menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis sebagai benteng dalam membentuk karakter generasi muda agar tidak mudah tergerus dampak negatif perkembangan teknologi.
Pernyataan tersebut disampaikan Afni saat menghadiri kegiatan Mabigus Summit 2026 Kwartir Cabang (Kwarcab) 09 Gerakan Pramuka Siak yang digelar di Balai Rung Datuk 4 Suku, Kompleks Perumahan Rakyat Abdi Praja, Kecamatan Siak, Jumat (1/5/2026) malam. Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Sinergi Kamabigus, Membangun Gugusdepan yang Bermartabat” itu diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur kepramukaan di Kabupaten Siak.
Dalam sambutannya, Afni mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat kolaborasi antar pembina Pramuka. Ia menilai, forum seperti Mabigus Summit penting untuk meningkatkan pemahaman dan semangat para Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Kamabigus) dalam menjalankan perannya.
“Kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat sinergi serta meningkatkan pemahaman para pembina. Kita ingin menciptakan tunas-tunas muda yang berkualitas, tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” ujarnya.
Afni menyoroti bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Kemajuan teknologi, khususnya penggunaan gawai dan akses internet tanpa batas, dinilai membawa dampak ganda. Di satu sisi memberikan kemudahan, namun di sisi lain juga membuka peluang terhadap berbagai pengaruh negatif, mulai dari kecanduan gadget hingga penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut peran aktif semua pihak, termasuk orang tua, tenaga pendidik, dan organisasi seperti Pramuka, untuk bersama-sama memberikan pembinaan yang seimbang antara pengetahuan dan karakter.
“Pramuka hadir sebagai wadah yang tepat untuk membentuk kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab anak. Nilai-nilai ini sangat penting agar mereka mampu menghadapi tantangan zaman,” kata Afni.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sebagian orang tua yang belum sepenuhnya mendukung keikutsertaan anak-anak mereka dalam kegiatan Pramuka. Fenomena ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat keberhasilan pembinaan karakter juga sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga.
Untuk itu, Afni mendorong pendekatan yang lebih inklusif dalam kegiatan kepramukaan, termasuk melibatkan orang tua secara langsung. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk turun langsung memberikan motivasi kepada para orang tua guna meningkatkan pemahaman tentang pentingnya Pramuka.
“Kalau ada orang tua yang masih ragu, kita ajak mereka terlibat. Kita beri pemahaman bahwa kegiatan ini positif dan bermanfaat bagi masa depan anak,” ujarnya.
Selain itu, Afni juga menekankan pentingnya peran aktif Kwartir Ranting (Kwarran) dalam menghidupkan kegiatan Pramuka di tingkat kecamatan. Menurutnya, keberhasilan pembinaan karakter tidak hanya bergantung pada program, tetapi juga pada konsistensi pelaksanaan di lapangan.
“Kwarran harus aktif dan menjadi contoh nyata. Jika kegiatan berjalan baik, kepercayaan masyarakat akan tumbuh dengan sendirinya,” tambahnya.
Di tengah kondisi keuangan daerah yang disebut belum sepenuhnya stabil, Afni mengingatkan agar kegiatan kepramukaan tetap berjalan. Ia menilai keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembinaan generasi muda.
“Kegiatan tidak harus mahal. Yang penting kreatif, sederhana, tetapi berdampak. Prinsipnya adalah manfaat yang dirasakan langsung oleh anak-anak,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kwartir Cabang 09 Gerakan Pramuka Siak, Mahadar, menjelaskan bahwa Mabigus Summit 2026 merupakan forum strategis untuk memperkuat peran kepala sekolah sebagai Kamabigus dalam mendukung pembinaan Pramuka di gugusdepan masing-masing.
Ia menyebutkan kegiatan tersebut diikuti oleh 221 Kamabigus, 14 Kwartir Ranting, 40 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab), serta 25 pengurus dari 14 kecamatan di Kabupaten Siak.
“Forum ini menjadi wadah berbagi pengalaman, menyatukan persepsi, serta merumuskan langkah ke depan agar pembinaan Pramuka semakin optimal,” jelas Mahadar.
Selain membahas penguatan internal, Mahadar juga mengungkapkan bahwa Kwarcab Siak tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Gerakan Pramuka tahun 2026 yang akan digelar pada 13–20 Agustus mendatang di Buperta Cibubur, Jakarta Timur.
Ia berharap kontingen Siak dapat tampil maksimal dan membawa pulang prestasi yang membanggakan.
“Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar kontingen Siak dapat memberikan yang terbaik di tingkat nasional,” ujarnya.
Kegiatan Mabigus Summit 2026 ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi Riau, Deny Rendra, yang juga memberikan dukungan terhadap penguatan peran Pramuka sebagai pilar pendidikan karakter di daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan Gerakan Pramuka semakin kuat dalam menghadapi tantangan era digital. Dengan kolaborasi yang solid, Pramuka diharapkan mampu terus menjadi garda terdepan dalam membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.(*02/cinta)









Tulis Komentar