Asah Skill Religi, Santri Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai Rutin Latihan Hadrah

Pekanbaru – Upaya pembinaan warga binaan terus dilakukan Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai dengan pendekatan yang lebih humanis dan berkelanjutan. Salah satu program yang kini rutin digelar adalah latihan kesenian religius hadrah bagi para santri di lingkungan lapas, yang dilaksanakan di masjid lapas setiap pekannya.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (1/5/2026) ini diikuti dengan penuh antusias oleh para warga binaan. Suara tabuhan rebana yang berpadu dengan lantunan shalawat menggema di dalam masjid, menciptakan suasana religius yang khusyuk sekaligus menenangkan. Bagi para peserta, kegiatan ini bukan sekadar latihan seni, tetapi juga menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembinaan melalui seni religi seperti hadrah merupakan bagian dari strategi pembinaan kepribadian. Menurutnya, pendekatan ini efektif untuk membangun kesadaran diri warga binaan agar dapat memperbaiki perilaku dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya.

“Melalui kegiatan hadrah ini, kami ingin membentuk karakter warga binaan yang lebih religius, disiplin, dan memiliki nilai-nilai positif. Ini juga menjadi wadah untuk menyalurkan energi mereka ke hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada aspek keterampilan kerja, tetapi juga penguatan mental dan spiritual. Dengan demikian, warga binaan diharapkan memiliki bekal yang cukup ketika kembali ke masyarakat.

Sejumlah warga binaan yang mengikuti kegiatan ini mengaku merasakan manfaat yang signifikan. Salah seorang peserta menyebutkan bahwa latihan hadrah memberinya ketenangan batin serta membantu mengurangi stres selama menjalani masa pembinaan.

“Kalau ikut latihan, hati jadi lebih tenang. Kami juga belajar kekompakan dan disiplin. Rasanya seperti punya kegiatan positif yang membuat kami lebih semangat menjalani hari,” ungkapnya.

Selain itu, kegiatan ini juga dinilai mampu mempererat hubungan antarsesama warga binaan. Dalam setiap sesi latihan, mereka dituntut untuk bekerja sama agar menghasilkan harmonisasi suara yang baik. Hal ini secara tidak langsung membangun rasa kebersamaan dan solidaritas.

Di sisi lain, pengamat pemasyarakatan menilai program pembinaan berbasis seni dan agama seperti ini merupakan langkah positif yang sejalan dengan konsep pemasyarakatan modern. Pendekatan yang menitikberatkan pada pembinaan karakter dinilai lebih efektif dalam menekan angka residivisme dibandingkan pendekatan yang bersifat hukuman semata.

“Program seperti ini penting karena menyentuh aspek emosional dan spiritual warga binaan. Ketika seseorang memiliki kesadaran diri yang kuat, peluang untuk kembali melakukan pelanggaran hukum akan semakin kecil,” ujarnya.

Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program pembinaan tidak hanya bergantung pada kegiatan di dalam lapas, tetapi juga dukungan dari masyarakat setelah warga binaan bebas. Stigma negatif yang masih melekat seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi mereka untuk kembali beradaptasi.

“Oleh karena itu, perlu ada sinergi antara pihak lapas, pemerintah, dan masyarakat untuk memberikan ruang bagi mantan warga binaan agar dapat kembali berkontribusi secara positif,” tambahnya.

Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai sendiri terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan melalui berbagai program, baik di bidang keterampilan, pendidikan, maupun keagamaan. Latihan hadrah menjadi salah satu kegiatan unggulan yang diharapkan dapat mencetak pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke kehidupan sosial.

Dengan adanya kegiatan ini, lapas tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan perubahan. Para warga binaan diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, menggali potensi, serta membangun harapan baru.

Ke depan, pihak lapas berencana untuk mengembangkan kegiatan serupa dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk komunitas seni dan tokoh agama. Hal ini dilakukan agar pembinaan yang diberikan semakin variatif dan memberikan dampak yang lebih luas.

Melalui latihan hadrah yang rutin dilaksanakan, diharapkan para santri di Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai tidak hanya memiliki keterampilan seni, tetapi juga tumbuh menjadi individu yang lebih baik, berakhlak mulia, dan siap menjalani kehidupan yang lebih bermakna setelah bebas nanti.(*02/cinta)