Tuai Pujian BAZNAS dan Satpol PP, Agung Nugroho Dinilai Layak Raih Lebih dari Sekadar Penghargaan Nasional

PEKANBARU - Penghargaan yang diraih Agung Nugroho di tingkat nasional tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kota Pekanbaru, tetapi juga memantik gelombang apresiasi dari berbagai elemen daerah.

Dua di antaranya datang dari Ketua BAZNAS Kota Pekanbaru dan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekanbaru yang menilai penghargaan tersebut merupakan cerminan nyata dari kerja keras dan kepemimpinan yang responsif.

Seperti diketahui, penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri dan diserahkan langsung oleh Tito Karnavian dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 di Palembang, Sabtu (25/4/2026).

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan menekan angka kemiskinan dan stunting, dua persoalan krusial yang menjadi fokus pembangunan nasional.

Namun lebih dari sekadar seremoni, perhatian publik justru tertuju pada bagaimana respons dan penilaian para pemangku kepentingan di daerah terhadap capaian tersebut.

Ketua BAZNAS Kota Pekanbaru, Endar Muda, secara terbuka menyampaikan apresiasi mendalam atas kinerja Wali Kota.

“Saya sebagai Ketua BAZNAS Kota Pekanbaru mengucapkan selamat atas penghargaan yang telah diraih oleh Wali Kota Pekanbaru. Saya sangat mengapresiasi kinerja beliau. Bahkan menurut saya, penghargaan yang diterima seharusnya bisa lebih dari itu,” ujar Endar dalam keterangannya, Minggu (26/4/2026).

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Endar menilai, keseriusan Agung Nugroho dalam menangani persoalan sosial seperti stunting dan kemiskinan terlihat nyata, bukan hanya dalam program, tetapi juga dalam tindakan langsung di lapangan.

Ia menyebut, kepemimpinan yang ditunjukkan tidak bersifat simbolik, melainkan benar-benar hadir di tengah masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga seperti BAZNAS menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa berbagai program yang dijalankan selama ini menunjukkan arah yang jelas dan terukur.

“Saya melihat dari keseriusan beliau dalam menangani persoalan stunting dan kesejahteraan masyarakat, mestinya lebih dari sekadar penghargaan ini yang beliau terima. Karena dampaknya memang terasa langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, Endar juga menyoroti sisi kepemimpinan Agung Nugroho yang dinilainya cepat tanggap terhadap berbagai persoalan.

Ia menggambarkan sosok Wali Kota sebagai figur yang tidak mengenal waktu dalam menjalankan tugas.

“Beliau itu orang yang sangat responsif. Kalau ada kebakaran, jam berapapun tetap turun ke lapangan. Begitu juga saat banjir. Malam, siang, pagi, tidak kenal lelah,” ungkapnya.

Pernyataan ini memperkuat citra kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada kebijakan, tetapi juga pada kehadiran langsung di tengah masyarakat saat dibutuhkan.

Dalam konteks tata kelola pemerintahan, pendekatan seperti ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus mempercepat penyelesaian masalah.
Endar pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut memberikan dukungan terhadap program-program pemerintah daerah.

Ia berharap, sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat demi mencapai kesejahteraan yang lebih merata.

"Kita harus support bersama. Apa yang sudah dilakukan Pak Wali ini adalah untuk kepentingan umat. Harapan kita beliau selalu sehat agar kerja-kerja yang sudah berjalan bisa lebih ditingkatkan lagi,” tambahnya.

Apresiasi senada juga datang dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekanbaru, Desheriyanto. Ia menilai penghargaan yang diraih bukanlah sesuatu yang instan, melainkan hasil dari proses panjang yang penuh kerja keras.

“Sudah sewajarnya beliau mendapat penghargaan ini. Kerja keras beliau untuk mengentaskan kemiskinan dan menurunkan angka stunting memang patut diapresiasi,” ujar Desheriyanto.

Sebagai aparat penegak Peraturan Daerah, Satpol PP memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan pemerintah kota. Desheriyanto menilai, keberhasilan yang diraih saat ini tidak terlepas dari koordinasi yang baik antar perangkat daerah, termasuk dalam menjaga ketertiban serta mendukung pelaksanaan program-program sosial.

Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat menjadi faktor kunci dalam memastikan seluruh kebijakan berjalan efektif di lapangan.

Dalam hal ini, menurutnya, Agung Nugroho mampu memberikan arah yang jelas sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran.

Dukungan dari BAZNAS dan Satpol PP ini menjadi gambaran bahwa penghargaan yang diterima tidak berdiri sendiri, melainkan didukung oleh pengakuan dari internal daerah.

Hal ini menunjukkan adanya keselarasan antara kebijakan pimpinan dan pelaksanaan di lapangan.

Dengan berbagai apresiasi yang mengalir, penghargaan dari Kemendagri tersebut tidak hanya menjadi simbol keberhasilan, tetapi juga cerminan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat. Ke depan, harapan besar pun disematkan agar capaian ini dapat terus ditingkatkan.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada program, tetapi juga pada komitmen, kepedulian, serta kehadiran nyata seorang pemimpin di tengah masyarakat.(*01/Leli)