Sering Dikritik Spanyol, AS Ancam Tangguhkan Keanggotaan Negeri Matador di NATO

Ilustrasi gambar.jpg

WASHINGTON — Hubungan Amerika Serikat dengan sejumlah sekutu Eropa di dalam NATO kembali memanas. Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni menangguhkan keanggotaan Spanyol dari aliansi pertahanan Atlantik Utara tersebut, menyusul ketegangan terkait dukungan terhadap operasi militer Washington dalam konflik dengan Iran.

Informasi itu mencuat setelah sebuah email internal Pentagon yang bocor mengungkap adanya pembahasan di lingkaran pejabat tinggi pertahanan Amerika mengenai kemungkinan pemberian sanksi politik kepada negara-negara anggota NATO yang dinilai tidak memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan militer Amerika di Timur Tengah.

Menurut sumber yang mengetahui isi dokumen tersebut, Spanyol menjadi salah satu negara yang paling disorot karena menolak memberikan akses penuh terhadap pangkalan militer serta wilayah udaranya bagi operasi militer Amerika selama perang yang pecah sejak akhir Februari lalu. Washington menilai sikap Madrid sebagai bentuk ketidakselarasan dengan komitmen bersama dalam aliansi.

Dalam dokumen internal itu, Pentagon menyebut bahwa hak akses pangkalan, penempatan pasukan, dan izin melintas di wilayah udara merupakan “standar minimum” kerja sama antar anggota NATO. Karena itu, penolakan dari sejumlah negara Eropa dianggap sebagai sinyal lemahnya solidaritas di dalam organisasi pertahanan tersebut.

Selain opsi penangguhan Spanyol, dokumen tersebut juga memuat usulan agar negara-negara yang dianggap “sulit” tidak lagi menempati posisi strategis di dalam struktur NATO. Meski demikian, sejumlah pejabat menilai langkah itu lebih bersifat simbolis ketimbang berdampak langsung terhadap kekuatan militer Amerika Serikat.

Spanyol sendiri menanggapi kabar tersebut dengan tenang. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menegaskan bahwa negaranya tetap merupakan mitra setia NATO dan selalu menjalankan kewajibannya sesuai hukum internasional.

“Kami tidak bekerja berdasarkan email. Kami bekerja berdasarkan dokumen resmi dan posisi resmi pemerintah,” ujar Sánchez kepada wartawan saat menghadiri pertemuan para pemimpin Eropa di Siprus.

Sánchez menekankan bahwa kebijakan luar negeri Spanyol tetap berpijak pada prinsip hukum internasional dan stabilitas kawasan. Ia juga menolak anggapan bahwa Madrid telah menghambat kepentingan sekutu.

Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai ancaman Washington terhadap Spanyol menunjukkan semakin lebarnya perbedaan pandangan antara Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa terkait konflik Iran. Banyak negara anggota NATO menilai keterlibatan militer yang lebih dalam di Timur Tengah justru berpotensi memperbesar ketegangan global.

Ketegangan ini juga memperlihatkan tantangan besar yang sedang dihadapi NATO dalam menjaga soliditas internal. Sejak beberapa tahun terakhir, Amerika Serikat berulang kali menekan anggota Eropa agar meningkatkan kontribusi pertahanan mereka. Namun kali ini, isu yang muncul bukan hanya soal anggaran, melainkan soal loyalitas politik dalam mendukung operasi militer Amerika.

Meski wacana penangguhan keanggotaan Spanyol terdengar serius, para ahli hukum internasional menyebut langkah tersebut tidak mudah dilakukan. NATO tidak memiliki mekanisme formal untuk mengeluarkan atau menangguhkan keanggotaan suatu negara secara sepihak oleh anggota lain. Setiap keputusan besar di dalam aliansi membutuhkan persetujuan bersama dari seluruh negara anggota.

Artinya, meskipun Washington memiliki pengaruh besar di dalam NATO, keputusan untuk menyingkirkan Spanyol hampir mustahil dilakukan tanpa dukungan luas dari negara anggota lainnya.

Namun demikian, munculnya wacana tersebut tetap menimbulkan kekhawatiran di Eropa. Beberapa diplomat menilai langkah itu dapat memperburuk hubungan trans-Atlantik dan melemahkan citra NATO sebagai aliansi yang dibangun atas dasar solidaritas bersama.

Bagi Spanyol, ancaman tersebut datang di tengah posisi Madrid yang belakangan semakin vokal dalam menyerukan pendekatan diplomatik terhadap konflik Timur Tengah. Pemerintah Spanyol termasuk yang secara terbuka menyerukan penurunan eskalasi dan penyelesaian damai atas perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Sementara itu, hingga kini Pentagon belum memberikan pernyataan resmi terkait isi email internal yang beredar tersebut. Gedung Putih juga belum mengonfirmasi apakah opsi tersebut benar-benar sedang dipertimbangkan di tingkat kebijakan tertinggi.

Meski masih sebatas pembahasan internal, bocornya dokumen itu menunjukkan adanya ketegangan serius di balik hubungan Amerika Serikat dengan sejumlah sekutu tradisionalnya. Jika tidak segera diredakan, polemik ini berpotensi menjadi salah satu krisis politik terbesar di tubuh NATO dalam beberapa dekade terakhir.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, perkembangan hubungan antara Washington dan Madrid kini menjadi sorotan dunia internasional, sekaligus menjadi ujian baru bagi masa depan persatuan aliansi militer paling berpengaruh di dunia tersebut.(*02/cinta)