Brimob Riau Hadirkan Bengkel Gratis untuk Ojol, Solusi Nyata Ringankan Beban Driver

Pekanbaru – Di tengah tingginya biaya operasional yang harus ditanggung para pengemudi ojek online (ojol), Satuan Brimob Polda Riau menghadirkan solusi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan mereka.

Sebuah program bengkel gratis resmi diluncurkan di Pekanbaru pada Rabu (15/4/2026), menawarkan layanan servis hingga penggantian oli tanpa dipungut biaya.

Inisiatif ini bukan sekadar program sosial biasa, melainkan bentuk kepedulian institusi kepolisian terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para driver ojol yang menjadi salah satu tulang punggung transportasi perkotaan.

Dalam aktivitas sehari-hari, para ojol mengandalkan kondisi kendaraan yang prima agar tetap bisa bekerja secara optimal. Namun, biaya perawatan kerap menjadi beban tersendiri.

Peresmian bengkel gratis tersebut dilakukan langsung oleh Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa. Ia menyampaikan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolda Riau yang ingin menghadirkan inovasi pelayanan berbasis kebutuhan masyarakat.

"Program ini adalah realisasi dari arahan pimpinan untuk menghadirkan layanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ojol merupakan mitra penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas, sehingga sudah selayaknya kita memberikan perhatian khusus,” ujarnya.

Program ini juga menggandeng pihak Honda sebagai mitra strategis dalam penyediaan layanan teknis.

Kolaborasi tersebut memastikan bahwa pelayanan yang diberikan tidak hanya gratis, tetapi juga berkualitas dan profesional.

Mekanik yang bertugas di bengkel ini merupakan tenaga ahli bersertifikat, sehingga para driver tidak perlu meragukan hasil pengerjaan.

Layanan yang disediakan mencakup servis ringan seperti pengecekan mesin, penggantian oli, hingga perbaikan minor lainnya. Menariknya, bagi driver yang membawa suku cadang sendiri, pemasangan tetap dilakukan tanpa biaya jasa.

Hal ini semakin meringankan beban pengeluaran para ojol yang selama ini harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk perawatan kendaraan.

“Kami ingin memastikan bahwa para driver ojol bisa bekerja dengan kendaraan yang aman dan layak jalan tanpa harus terbebani biaya servis. Bahkan untuk ganti oli pun kita gratiskan,” jelas Kombes Ketut.

Tak hanya menyediakan layanan teknis, fasilitas pendukung juga turut disiapkan. Sebuah kantin atau warung sederhana disediakan di area bengkel agar para driver dapat beristirahat dengan nyaman sembari menunggu proses servis selesai atau menanti orderan masuk.

Konsep ini dirancang agar bengkel tidak hanya menjadi tempat servis, tetapi juga ruang interaksi yang humanis.

Lebih jauh, program ini juga menjadi bagian dari implementasi konsep “Ojol Kamtibmas Presisi”, yang bertujuan memperkuat sinergi antara Polri dan komunitas ojol.

Dengan mobilitas tinggi yang dimiliki para driver, mereka dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis dalam menjaga keamanan lingkungan.

"Ojol ini hampir 24 jam berada di jalan. Mereka bisa menjadi mata dan telinga di lapangan. Jika ada potensi gangguan kamtibmas, kami berharap mereka bisa segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” tambahnya.

Respons positif pun datang dari para driver ojol di Pekanbaru. Reski Kurniawan, salah satu pengemudi, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.

Ia menyebutkan bahwa biaya servis kendaraan selama ini menjadi salah satu pengeluaran terbesar yang harus ia tanggung. "Biasanya sekali servis bisa habis ratusan ribu.Dengan adanya bengkel gratis ini, tentu sangat membantu kami. Apalagi jasa pemasangan juga gratis, ini benar-benar meringankan,” ungkapnya.

Menurut Reski, program seperti ini sangat jarang ditemui dan memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan driver. Ia pun mengajak rekan-rekannya untuk segera memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan.

“Ini kesempatan bagus. Jangan disia-siakan. Sangat membantu kami yang setiap hari bergantung pada kendaraan,” katanya. Program bengkel gratis ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga

keselamatan berkendara. Kendaraan yang terawat dengan baik tentu akan mengurangi risiko kecelakaan di jalan, yang pada akhirnya turut mendukung terciptanya lalu lintas yang lebih aman.

Selain itu, langkah ini juga memperlihatkan pendekatan humanis yang kini semakin digaungkan oleh Polri. Kehadiran aparat tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dengan program ini, Brimob Polda Riau menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana namun tepat sasaran.

Ke depan, diharapkan inisiatif serupa dapat direplikasi di daerah lain sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya para pekerja sektor informal yang selama ini jarang tersentuh program bantuan langsung.

Bengkel gratis untuk ojol ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara institusi, swasta, dan masyarakat dapat melahirkan solusi konkret yang berdampak nyata.

Di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang, program seperti ini menjadi angin segar bagi para driver ojol untuk tetap bertahan dan terus menggerakkan roda kehidupan di kota.(*01/Leli)