Yayasan MADINAH Gandeng Kedutaan Palestina, Perkuat Aksi Nyata untuk Gaza

Kerja sama antara Yayasan MADINAH

Jakarta – Komitmen kemanusiaan lintas batas kembali ditunjukkan Yayasan Masyarakat Dinamis dan Berkah (MADINAH). Dalam langkah strategis, yayasan tersebut resmi menjalin kerja sama dengan Kedutaan Besar Palestina di Indonesia guna memperkuat penyaluran bantuan bagi masyarakat di Jalur Gaza yang hingga kini masih dilanda krisis berkepanjangan.

Pertemuan penting itu berlangsung pada Selasa (14/4/2026) di Kantor Kedutaan Palestina di Jakarta. Hadir langsung dalam agenda tersebut Ketua Yayasan MADINAH, Melki Sandria, bersama Pembina Yayasan, Mohammad Hadi. Keduanya disambut oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfattah A.K. Alsattari.

Suasana pertemuan berlangsung hangat namun sarat makna. Di tengah kondisi kemanusiaan yang kian memprihatinkan di Gaza, kolaborasi ini menjadi angin segar bagi upaya penyaluran bantuan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Melki Sandria menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Yayasan MADINAH dalam memperluas kontribusi kemanusiaan, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di tingkat global.

“Kami ingin memastikan bahwa bantuan dari masyarakat Indonesia benar-benar sampai kepada saudara-saudara kita di Gaza. Melalui kerja sama resmi dengan Kedutaan Palestina, kami berharap proses distribusi dapat berjalan lebih terarah dan transparan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Mohammad Hadi menambahkan bahwa solidaritas terhadap Palestina merupakan panggilan kemanusiaan yang melampaui batas agama, suku, dan negara.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat membangun kolaborasi strategis. Kedutaan Palestina menyatakan kesiapan penuh untuk memfasilitasi distribusi bantuan dari Yayasan MADINAH secara langsung ke wilayah terdampak di Gaza melalui jalur resmi.

Duta Besar Palestina, Abdalfattah A.K. Alsattari, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia mengungkapkan bahwa selama ini bantuan dari Indonesia terus mengalir, bahkan berasal dari berbagai kalangan lintas agama, termasuk gereja. Hal ini menurutnya menjadi bukti nyata kuatnya solidaritas rakyat Indonesia terhadap Palestina.

“Indonesia selalu menjadi sahabat yang luar biasa bagi Palestina. Bantuan yang datang tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat sipil dengan semangat kemanusiaan yang tinggi,” ungkapnya.

Alsattari menyampaikan komitmennya untuk membantu membuka akses Yayasan MADINAH dalam menyalurkan bantuan ke Gaza. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah menjalin koordinasi dengan Kedutaan Besar Palestina di Kairo, Mesir, terutama terkait akses melalui perbatasan Rafah.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa akses tersebut sangat bergantung pada kondisi geopolitik, termasuk pembukaan pintu perbatasan Rafah dan pelonggaran pembatasan yang diberlakukan oleh pihak Israel.

Dalam kesempatan itu, Alsattari juga memaparkan kondisi terkini di Gaza yang sangat memprihatinkan. Sekitar 80 persen penduduk kini hidup dalam kondisi darurat. Banyak dari mereka terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian tanpa akses listrik dan air bersih.

Kota Rafah disebut mengalami kehancuran hampir total akibat konflik yang berkepanjangan. Infrastruktur hancur, fasilitas publik lumpuh, dan kebutuhan dasar masyarakat sangat terbatas.

“Situasi di lapangan masih sangat sulit. Bahkan bantuan kemanusiaan yang masuk pun belum mampu menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti masih terjadinya insiden kekerasan terhadap warga sipil, termasuk pengungsi. Kondisi keamanan yang belum stabil menjadi tantangan besar dalam proses distribusi bantuan maupun upaya pemulihan.

Meski demikian, pemerintah Palestina telah menyiapkan rencana rekonstruksi Gaza. Tahap awal akan dimulai dengan pembersihan puing-puing bangunan, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, sekolah, dan rumah sakit.

Masyarakat yang mengungsi, khususnya dari Rafah, nantinya akan diarahkan untuk kembali secara bertahap setelah kondisi memungkinkan.

Menutup pertemuan, Duta Besar Palestina menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia atas dukungan yang terus mengalir. Ia menilai bantuan tersebut tidak hanya berdampak secara materiil, tetapi juga memberikan harapan bagi rakyat Palestina.

Kerja sama antara Yayasan MADINAH dan Kedutaan Palestina ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat peran Indonesia di kancah kemanusiaan global. Lebih dari itu, kolaborasi ini menjadi simbol bahwa solidaritas dan kepedulian masih menjadi kekuatan utama dalam menghadapi krisis kemanusiaan dunia.

Dengan sinergi yang semakin solid, harapan untuk meringankan penderitaan masyarakat Gaza dan mempercepat proses pemulihan kini semakin terbuka lebar.(*02/cinta)