RAT Primkopasindo Lapas Pasir Pangarayan, Dorong Transparansi dan Inovasi untuk Kesejahteraan Anggota

Pasir Pengaraian – Komitmen terhadap transparansi dan penguatan kinerja terus ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan melalui pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 Koperasi Primkopasindo.

Kegiatan yang digelar pada Selasa (14/4/2026) di Aula Lapas tersebut berlangsung tertib, penuh semangat kebersamaan, serta menjadi momentum penting dalam mengevaluasi sekaligus merumuskan arah pengembangan koperasi ke depan.

RAT merupakan agenda rutin tahunan yang memiliki peran strategis dalam tata kelola koperasi.

Melalui forum ini, pengurus menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada seluruh anggota terkait kinerja selama satu tahun terakhir, termasuk laporan keuangan, perkembangan usaha, hingga pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).

Kegiatan ini juga menjadi sarana demokratis bagi anggota untuk menyampaikan aspirasi, kritik, serta saran demi kemajuan koperasi.

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus dan anggota koperasi yang berasal dari pegawai Lapas Pasir Pangarayan.

Turut hadir pula perwakilan dari Dinas Koperasi UKM, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hulu yang memberikan dukungan serta pendampingan dalam memastikan koperasi berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.

Sejak awal kegiatan, suasana penuh kekeluargaan terasa kental. Para peserta mengikuti setiap rangkaian acara dengan antusias, mulai dari pemaparan laporan hingga sesi diskusi interaktif.

Hal ini mencerminkan tingginya kepedulian anggota terhadap keberlangsungan dan kemajuan koperasi sebagai salah satu pilar penunjang kesejahteraan bersama.

Kepala Lapas Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, dalam sambutannya menegaskan bahwa RAT bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan forum penting yang mencerminkan prinsip dasar koperasi, yakni demokrasi, transparansi, dan akuntabilitas.

Ia menekankan bahwa keberhasilan koperasi sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh anggotanya.

“RAT ini adalah wujud nyata pertanggungjawaban pengurus kepada anggota. Di sinilah kita bersama-sama mengevaluasi apa yang telah dicapai dan merumuskan langkah ke depan. Koperasi harus dikelola secara terbuka dan profesional agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi seluruh anggota,” ujarnya.

Lebih lanjut, Efendi juga mendorong pengurus koperasi untuk terus berinovasi dalam mengembangkan unit usaha.

Menurutnya, koperasi tidak boleh stagnan di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang. Peluang-peluang usaha baru harus mampu diidentifikasi dan dimanfaatkan secara optimal guna meningkatkan pendapatan koperasi.

"Koperasi tidak boleh berjalan di tempat. Kita harus berani berinovasi dan mencari peluang usaha yang menjanjikan. Dengan demikian, SHU yang diterima anggota akan semakin meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga,” tambahnya.

Dalam pemaparan laporan, pengurus koperasi menyampaikan berbagai capaian yang berhasil diraih selama Tahun Buku 2025. Meski dihadapkan pada sejumlah tantangan, koperasi tetap mampu menunjukkan kinerja yang stabil.

Hal ini tidak terlepas dari kerja sama yang solid antara pengurus dan anggota, serta dukungan dari pihak Lapas.

Sesi diskusi menjadi salah satu bagian yang paling dinanti dalam RAT. Sejumlah anggota aktif memberikan masukan konstruktif, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan unit usaha, hingga pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan koperasi.

Semua masukan tersebut dicatat sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.
Perwakilan dari Dinas Koperasi UKM, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Rokan Hulu dalam kesempatan tersebut turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan RAT yang dinilai berjalan sesuai prinsip koperasi modern.

Mereka juga memberikan arahan terkait pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penerapan sistem manajemen yang lebih adaptif.

Selain fokus pada kegiatan koperasi, rangkaian acara juga diisi dengan peninjauan program ketahanan pangan yang dikembangkan di lingkungan Lapas Pasir Pangarayan.

Program ini menjadi salah satu bentuk inovasi dalam mendukung kemandirian serta produktivitas, sekaligus membuka peluang integrasi dengan kegiatan usaha koperasi.

Peninjauan tersebut menunjukkan adanya sinergi antara Lapas dan instansi terkait dalam mengembangkan program yang tidak hanya berdampak internal, tetapi juga memiliki potensi kontribusi lebih luas.

Program ketahanan pangan diharapkan dapat menjadi salah satu sumber nilai tambah bagi koperasi ke depan.

Pelaksanaan RAT Primkopasindo ini diharapkan mampu memperkuat peran koperasi sebagai wadah ekonomi yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

Dengan pengelolaan yang transparan dan profesional, koperasi diyakini dapat terus berkembang serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.

Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, keberadaan koperasi menjadi semakin relevan sebagai solusi kolektif dalam meningkatkan kesejahteraan.

Oleh karena itu, komitmen untuk terus memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kinerja harus menjadi prioritas bersama.

RAT yang berlangsung sukses ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan profesionalitas masih menjadi fondasi utama dalam pengelolaan koperasi di lingkungan Lapas Pasir Pangarayan.

Dengan dukungan semua pihak, Primkopasindo optimistis mampu melangkah lebih maju dan berkontribusi lebih besar di masa mendatang.

Ke depan, diharapkan koperasi tidak hanya menjadi lembaga simpan pinjam semata, tetapi juga mampu berkembang sebagai entitas usaha yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing.

Dengan demikian, kesejahteraan anggota dapat terus meningkat seiring dengan pertumbuhan koperasi yang berkelanjutan.(*02/sari)