Baznas dan BRK Syariah Salurkan Bantuan Rp52 Juta, Pemko Pekanbaru Hadir Bantu Korban Kebakaran Sukajadi
PEKANBARU - Musibah kebakaran yang melanda permukiman warga di Jalan Pepaya, Kelurahan Pulau Karomah, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, pada Senin (30/3/2026) siang menyisakan duka dan kerugian besar bagi para korban.
Delapan unit rumah semi permanen hangus dilalap api, memaksa delapan kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka.
Sebagai bentuk kepedulian dan respons cepat terhadap kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pekanbaru bersama Bank Riau Kepri Syariah menyalurkan bantuan dengan total nilai Rp52 juta kepada para korban.
Bantuan tersebut diserahkan pada Rabu (1/4/2026) siang dan disaksikan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho.
Dalam keterangannya kepada awak media, Agung Nugroho menjelaskan bahwa bantuan diberikan secara langsung kepada masing-masing keluarga terdampak.
Setiap KK menerima Rp2,5 juta dari Baznas dan Rp4 juta dari BRK Syariah.
"Alhamdulillah, hari ini kita bersama Baznas dan Bank Riau Kepri Syariah bisa menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Masing-masing kepala keluarga menerima bantuan yang diharapkan dapat meringankan beban mereka,” ujar Agung.
Ia menegaskan, bantuan tersebut bersifat fleksibel dan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan mendesak para korban.
Mulai dari biaya sewa tempat tinggal sementara, pembelian perlengkapan rumah tangga, hingga sebagai modal awal untuk kembali berusaha.
“Bantuan ini bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti menyewa rumah sementara, membeli kebutuhan pokok, atau bahkan dijadikan modal usaha kecil agar mereka bisa segera bangkit,” tambahnya.
Selain bantuan tunai dari Baznas dan BRK Syariah, Pemerintah Kota Pekanbaru juga mengerahkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memberikan dukungan tambahan.
Dinas Koperasi dan UMKM Kota Pekanbaru turut memberikan bantuan berupa gerobak usaha lengkap dengan perlengkapannya, dengan nilai mencapai Rp20 juta.
Langkah ini dinilai strategis untuk membantu korban memulihkan perekonomian keluarga pascakebakaran.
Dengan adanya fasilitas usaha tersebut, para korban diharapkan dapat kembali memperoleh penghasilan secara mandiri.
Tak hanya itu, Dinas Sosial Kota Pekanbaru bersama Dinas Ketahanan Pangan juga menyalurkan bantuan logistik.
Bantuan tersebut meliputi sembako, tenda darurat, kasur, pakaian, hingga perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang terdampak.
Agung menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya.
Ia memastikan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi musibah yang menimpa masyarakat.
"Kita ingin memastikan bahwa masyarakat yang tertimpa musibah benar-benar merasakan kehadiran pemerintah. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah maupun lembaga lainnya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Agung juga mengungkapkan bahwa sebagian besar korban merupakan warga yang telah lama menetap di kawasan tersebut, bahkan ada yang sudah tinggal hingga puluhan tahun di rumah petak yang kini hangus terbakar.
"Mereka ini warga kita, warga Pekanbaru yang sudah lama tinggal di sana, bahkan ada yang sampai 30 tahun. Karena itu, kita hadir membawa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu mereka bangkit,” jelasnya.
Sementara itu, pihak Baznas Kota Pekanbaru menyatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bagian dari program kemanusiaan dan tanggap darurat bencana yang rutin dilakukan.
Kolaborasi dengan BRK Syariah juga menjadi upaya untuk memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Di sisi lain, BRK Syariah menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, kerugian material yang dialami para korban diperkirakan cukup besar.
Api dengan cepat membesar dan menjalar ke rumah-rumah lain karena kondisi bangunan yang didominasi material mudah terbakar serta jarak antar rumah yang berdekatan.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Namun, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik sebagai pemicu awal kebakaran.
Sejumlah warga korban kebakaran mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan.
Mereka menilai bantuan tersebut sangat membantu dalam kondisi sulit yang sedang dihadapi, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mencari tempat tinggal sementara.
"Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Setidaknya bisa membantu kami untuk bertahan sementara waktu setelah kehilangan rumah,” ungkap salah seorang korban yang enggan disebutkan namanya.
Meski demikian, para korban berharap adanya bantuan lanjutan, khususnya terkait pembangunan kembali tempat tinggal mereka. Mereka juga berharap adanya perhatian lebih dalam upaya pencegahan kebakaran di kawasan padat penduduk.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan meningkatkan upaya mitigasi bencana, termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya kebakaran dan pentingnya instalasi listrik yang aman.
Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan dunia perbankan syariah, diharapkan para korban kebakaran di Sukajadi dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan secara normal.
Bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga diharapkan mampu menjadi langkah awal untuk membangun kembali kehidupan yang lebih baik.(*01/Leli)









Tulis Komentar