Ketua Baznas Pekanbaru Endar Muda: Bantuan untuk Korban Kebakaran Sukajadi Wujud Kepedulian dan Upaya Pemulihan
PEKANBARU - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pekanbaru, Endar Muda, S.H., M.H., menegaskan komitmen lembaganya dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah, khususnya korban kebakaran di Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru.
Hal itu disampaikannya saat penyaluran bantuan kepada delapan kepala keluarga (KK) yang rumahnya hangus terbakar beberapa hari lalu.
Dalam keterangannya, Endar Muda menyebut bahwa bantuan yang disalurkan merupakan bagian dari program tanggap darurat Baznas yang bertujuan meringankan beban korban sekaligus mendorong proses pemulihan pascabencana.
"Bantuan ini adalah bentuk kepedulian Baznas terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Kami berharap apa yang diberikan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak sekaligus menjadi penyemangat bagi para korban untuk bangkit kembali,” ujar Endar.
Baznas Kota Pekanbaru sendiri menyalurkan bantuan sebesar Rp20 juta, yang dibagikan secara merata kepada delapan KK terdampak.
Masing-masing keluarga menerima Rp2,5 juta untuk kebutuhan mendesak, seperti biaya tempat tinggal sementara, pembelian perlengkapan rumah tangga, maupun kebutuhan harian lainnya.
Endar menekankan bahwa bantuan tersebut bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang dikelola Baznas.
Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk memastikan penyaluran dilakukan secara tepat sasaran dan transparan.
"Kami mengelola amanah dari masyarakat, sehingga penyalurannya harus benar-benar tepat dan memberikan manfaat nyata. Dalam kondisi seperti ini, kecepatan dan ketepatan menjadi hal yang sangat penting,” tegasnya.
Tidak hanya itu, Endar juga menyampaikan bahwa Baznas tidak bekerja sendiri dalam membantu korban kebakaran tersebut.
Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Bank Riau Kepri Syariah, menjadi kunci dalam memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, dalam penyaluran bantuan ini kami juga didukung oleh BRK Syariah yang memberikan kontribusi cukup besar. Kolaborasi seperti ini sangat penting agar bantuan yang diberikan bisa lebih maksimal dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.
Diketahui, total bantuan yang disalurkan kepada korban kebakaran mencapai Rp52 juta, dengan rincian Rp20 juta dari Baznas dan Rp32 juta dari BRK Syariah.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dan disaksikan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, pada Rabu (1/4/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Endar juga menyoroti pentingnya pemulihan ekonomi bagi para korban pascakebakaran.
Menurutnya, selain bantuan konsumtif, diperlukan pula dukungan yang bersifat produktif agar korban dapat kembali mandiri.
"Kami mendorong agar bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, seperti modal usaha kecil. Dengan begitu, para korban dapat kembali memiliki penghasilan dan tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan,” jelasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Koperasi dan UMKM turut memberikan bantuan berupa gerobak usaha lengkap dengan perlengkapannya senilai Rp20 juta.
Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret dalam membantu korban membangun kembali sumber penghidupan mereka.
Sementara itu, Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru juga menyalurkan bantuan logistik berupa sembako, tenda, kasur, pakaian, serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban kebakaran.
Endar mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam merespons musibah tersebut.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, dan sektor perbankan menjadi kekuatan utama dalam penanganan bencana.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran pemerintah kota dan seluruh pihak yang telah bergerak cepat membantu korban. Ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial di Kota Pekanbaru masih sangat kuat,” katanya.
Lebih lanjut, Endar juga mengingatkan pentingnya upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Ia menilai bahwa edukasi kepada masyarakat terkait bahaya kebakaran dan pentingnya instalasi listrik yang aman perlu terus ditingkatkan.
“Kita tentu berharap musibah seperti ini tidak terjadi lagi. Oleh karena itu, selain penanganan pascakejadian, langkah preventif juga harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Seperti diketahui, kebakaran hebat terjadi pada Senin (30/3/2026) siang di Jalan Pepaya, Kelurahan Pulau Karomah, Kecamatan Sukajadi.
Api dengan cepat melahap delapan unit rumah semi permanen yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material yang dialami warga cukup besar.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, dengan dugaan sementara akibat korsleting listrik.
Salah seorang korban mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan dari Baznas dan pihak lainnya. Bantuan tersebut dinilai sangat berarti di tengah kondisi sulit yang mereka hadapi.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Setidaknya bisa membantu kami untuk kebutuhan sementara sambil berusaha bangkit kembali,” ujar salah satu korban.
Menutup keterangannya, Endar kembali menegaskan komitmen Baznas untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat seperti bencana.
"Kami akan terus berupaya hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Semoga bantuan ini dapat menjadi awal bagi para korban untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka,” tutupnya.(*01/Leli)









Tulis Komentar