Kapolres Kampar Saksikan Penandatanganan Pakta Integritas, Tegaskan Seleksi Polri Harus Bersih dan Transparan

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 10.45 WIB

Kampar – Penandatanganan Pakta Integritas dan Pengambilan Sumpah yang digelar di Aula Sanika Satyawada Polres Kampar, Selasa (31/3/2026), yang berlangsung khidmat dan penuh makna.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Penerimaan Terpadu Calon Anggota Polri, meliputi jalur Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama.

Acara dipimpin langsung oleh secara terpusat, dengan seluruh jajaran Polres di wilayah Polda Riau mengikuti secara virtual.

Di Polres Kampar, kehadiran menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelaksanaan seleksi yang bersih dan akuntabel.

Ia turut menyaksikan langsung prosesi penting tersebut bersama jajaran panitia dan para peserta.

Turut hadir dalam kegiatan itu sejumlah unsur penting, di antaranya Kabag SDM Polres Kampar selaku sekretaris kegiatan, tim pemeriksa administrasi, tim kesehatan, perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kampar, hingga organisasi profesi media seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kehadiran berbagai pihak ini menjadi simbol keterbukaan dalam proses seleksi, sekaligus pengawasan publik.

Rangkaian kegiatan dimulai tepat pukul 09.00 WIB dengan pembukaan resmi, dilanjutkan pembacaan doa dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

Suasana aula terasa penuh khidmat ketika seluruh peserta, panitia, dan orang tua/wali mengikuti setiap tahapan dengan serius.

Momen utama dalam kegiatan ini adalah pembacaan Pakta Integritas oleh perwakilan panitia, peserta seleksi (casis), serta orang tua/wali.

Isi pakta tersebut menegaskan komitmen untuk menjalankan proses seleksi secara jujur, objektif, transparan, dan bebas dari praktik kecurangan, kolusi, maupun nepotisme.

Selanjutnya, dilakukan pengambilan sumpah yang dipimpin oleh pejabat Karo SDM Polda Riau.

Dalam sumpah tersebut, seluruh pihak berjanji untuk mematuhi aturan yang berlaku dan tidak melakukan pelanggaran selama proses seleksi berlangsung.

Penandatanganan Pakta Integritas menjadi penutup dari rangkaian inti acara. Dengan membubuhkan tanda tangan, seluruh pihak secara resmi mengikat diri dalam komitmen moral dan hukum untuk menjaga integritas seleksi.

Dalam arahannya, Kapolda Riau menekankan bahwa penerimaan anggota Polri harus menjadi contoh pelaksanaan sistem rekrutmen yang bersih dan profesional.

Ia mengingatkan bahwa kualitas sumber daya manusia Polri di masa depan sangat ditentukan oleh proses seleksi yang berlangsung saat ini.

“Seleksi ini harus berjalan dengan prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Tidak boleh ada praktik yang mencederai kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh panitia dan peserta untuk menjaga komitmen yang telah diucapkan dalam sumpah, serta menjadikan integritas sebagai nilai utama dalam setiap tahapan seleksi.

Sementara itu, Kapolres Kampar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan baik dan tertib.

Ia menilai, kehadiran berbagai unsur eksternal seperti instansi pemerintah dan media merupakan langkah konkret untuk memastikan transparansi.

“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kita bersama-sama menjaga proses seleksi agar tetap bersih dan sesuai standar. Ini bukan hanya tanggung jawab panitia, tetapi juga seluruh pihak yang terlibat, termasuk masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan orang tua/wali dalam penandatanganan pakta integritas juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan dan dukungan moral bagi para peserta.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 10.45 WIB tersebut berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Tidak hanya menjadi seremoni, acara ini juga menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran dan profesionalisme sejak awal proses rekrutmen.

Dengan dilaksanakannya penandatanganan pakta integritas dan pengambilan sumpah ini, diharapkan seluruh tahapan seleksi calon anggota Polri Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan sesuai prinsip yang telah ditetapkan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi fondasi awal dalam mencetak generasi anggota Polri yang berintegritas tinggi, profesional, serta siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.(*02/cinta)