Posko Lebaran 2026 Ditutup, Bandara Sultan Syarif Kasim II Layani 218 Ribu Penumpang, Naik 8,7 Persen

General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II, Achmad,menyampaikan bahwa penutupan posko tersebut menandai

Pekanbaru – Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah di resmi ditutup setelah beroperasi selama 18 hari, terhitung sejak 13 hingga 30 Maret 2026.

Penutupan ditandai dengan apel resmi yang digelar pada Senin (30/3/2026), diikuti oleh jajaran manajemen bandara bersama seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengamanan dan pelayanan angkutan Lebaran., Selasa (31 Maret 2026)

General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II, Achmad,menyampaikan bahwa penutupan posko tersebut menandai berakhirnya masa pemantauan intensif terhadap operasional penerbangan selama periode mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

Menurut Achmad, pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 berjalan dengan lancar dan terkendali berkat sinergi yang kuat antara operator bandara dengan berbagai pihak terkait, seperti maskapai penerbangan, otoritas bandara, TNI/Polri, serta instansi pendukung lainnya.

“Berkat sinergi yang erat antara PT Angkasa Pura Indonesia sebagai operator bandara dengan seluruh stakeholder, peningkatan lalu lintas penerbangan dan pergerakan penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026 dapat dilayani secara optimal, dengan pencapaian utama zero accident,” ujar Achmad.

Sepanjang periode posko, Bandara Sultan Syarif Kasim II mencatatkan total 218.071 pergerakan penumpang. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 8,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 200.675 penumpang.

Kenaikan tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat pada momentum Lebaran tahun ini, sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap transportasi udara sebagai moda pilihan utama untuk perjalanan jarak jauh yang cepat dan efisien.

Lebih lanjut, Achmad menjelaskan bahwa puncak arus mudik terjadi pada 17 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 12.837 orang.

Sementara itu, puncak arus balik tercatat pada 30 Maret 2026 dengan jumlah penumpang sebanyak 13.354 orang.

“Lonjakan penumpang pada puncak arus mudik dan balik dapat kami antisipasi dengan baik melalui kesiapan personel, optimalisasi fasilitas, serta pengaturan alur penumpang di terminal,” jelasnya.

Tidak hanya dari sisi jumlah penumpang, peningkatan juga terlihat pada pergerakan pesawat.

Selama periode Angkutan Lebaran 2026, Bandara Sultan Syarif Kasim II melayani 1.404 pergerakan pesawat, meningkat 10,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencatatkan 1.268 pergerakan.

Peningkatan trafik penerbangan tersebut didukung oleh adanya 179 penerbangan tambahan (extra flight) yang dioperasikan oleh sejumlah maskapai nasional.

Rute-rute favorit masyarakat selama periode Lebaran pun mengalami peningkatan frekuensi penerbangan, di antaranya tujuan Jakarta, Batam, Yogyakarta, Kuala Lumpur, hingga Gunung Sitoli (Nias).

Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan konektivitas antarwilayah, baik untuk keperluan mudik, silaturahmi, maupun aktivitas ekonomi.

Achmad menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini semakin memperkuat peran strategis Bandara Sultan Syarif Kasim II sebagai pintu gerbang utama konektivitas udara di Provinsi Riau.

Menurutnya, bandara tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi.

"Pertumbuhan trafik periode Angkutan Lebaran di awal tahun 2026 ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan sepenuh hati serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Achmad.

Ia juga menambahkan bahwa peningkatan layanan akan terus dilakukan, baik dari sisi fasilitas terminal, kenyamanan penumpang, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia yang bertugas di lingkungan bandara.

Selain itu, aspek keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap operasional penerbangan.

Pencapaian zero accident selama periode Angkutan Lebaran 2026 menjadi indikator bahwa seluruh prosedur berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Ke depan, kami akan terus berkomitmen memberikan pengalaman terbaik bagi para pengguna jasa bandara, dengan layanan yang aman, nyaman, dan berkesan,” tutupnya.

Dengan berakhirnya Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026, operasional Bandara Sultan Syarif Kasim II kini kembali berjalan normal.

Meski demikian, kesiapsiagaan tetap dipertahankan untuk mengantisipasi potensi lonjakan penumpang pada periode-periode tertentu ke depan.

Keberhasilan ini menjadi catatan positif bagi dunia penerbangan di Riau, sekaligus bukti bahwa koordinasi yang solid antarinstansi mampu menghadirkan layanan transportasi udara yang optimal bagi masyarakat.(01/Leli)