Kalapas Pekanbaru Tegaskan Komitmen Tanpa Kompromi: Perang Total Lawan Narkoba dan HP Ilegal di Dalam Lapas

rapat pengamanan internal yang digelar pada Sabtu (28/03), dengan melibatkan seluruh unsur pengamanan di lingkungan Lapas.

Pekanbaru – Upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan bebas dari praktik ilegal terus diperkuat oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui rapat pengamanan internal yang digelar pada Sabtu (28/03), dengan melibatkan seluruh unsur pengamanan di lingkungan Lapas.

Rapat ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi, meningkatkan kewaspadaan, serta menyamakan persepsi antarpetugas dalam menjalankan tugas pengamanan.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Kesatuan Pengamanan Lapas, Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Komandan Jaga, hingga petugas Pengamanan Pintu Utama (P2U).

Kepala Lapas Pekanbaru, Yuniarto, memimpin langsung jalannya rapat dan memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran, khususnya yang berkaitan dengan peredaran narkoba dan penggunaan handphone ilegal di dalam Lapas.

“Peredaran narkoba dan kepemilikan handphone ilegal adalah ancaman serius bagi keamanan dan integritas Lapas. Saya tegaskan, tidak ada toleransi,ini adalah komitmen bersama yang harus kita pegang teguh dan jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Yuniarto dengan tegas.

Menurutnya, keberadaan barang-barang terlarang seperti narkoba dan handphone ilegal tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi memicu gangguan keamanan yang lebih besar, termasuk pengendalian kejahatan dari dalam Lapas.

Oleh karena itu, seluruh petugas diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak lengah dalam menjalankan tugas.

Dalam arahannya, Yuniarto juga menginstruksikan agar intensitas pengawasan ditingkatkan secara signifikan.

Ia menekankan pentingnya pelaksanaan kontrol rutin, penggeledahan berkala, serta penguatan pengawasan di titik-titik rawan seperti blok hunian warga binaan dan area pintu utama yang menjadi akses keluar-masuk.

“Lakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Jangan menunggu masalah terjadi, tapi cegah sejak awal. Tingkatkan kontrol di setiap lini, terutama di area yang memiliki kerawanan tinggi,” tambahnya.

Rapat tersebut tidak hanya berisi pengarahan, tetapi juga menjadi forum evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pengamanan yang telah berjalan selama ini.

Para peserta rapat diberikan kesempatan untuk menyampaikan laporan, kendala di lapangan, serta masukan terkait peningkatan sistem pengamanan.

Beberapa isu penting yang menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut antara lain efektivitas penggeledahan rutin, kedisiplinan petugas, serta optimalisasi fungsi pengawasan di setiap blok hunian.

Diskusi berlangsung dinamis dengan tujuan mencari solusi terbaik dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.

Selain itu, dibahas pula langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Salah satunya adalah penguatan sinergi antarpetugas serta peningkatan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Yuniarto menekankan bahwa keberhasilan dalam menjaga keamanan Lapas bukan hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada integritas dan komitmen setiap individu petugas.

Ia mengingatkan bahwa seluruh jajaran memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nama baik institusi.

“Integritas adalah kunci. Tanpa itu, sebaik apapun sistem yang kita miliki tidak akan berjalan maksimal. Saya minta seluruh petugas bekerja dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan menjunjung tinggi aturan,” tegasnya.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat soliditas antarpetugas. Dalam lingkungan kerja yang penuh tantangan seperti Lapas, kerja sama tim yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan.

Dengan adanya rapat pengamanan ini, diharapkan seluruh jajaran semakin siap dan sigap dalam menghadapi berbagai potensi gangguan.

Peningkatan koordinasi dan komunikasi diharapkan mampu meminimalisir celah yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan pelanggaran.

Langkah tegas yang diambil Lapas Pekanbaru ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung program pemasyarakatan yang bersih dari narkoba dan praktik ilegal lainnya.

Upaya ini juga sejalan dengan kebijakan nasional dalam memberantas peredaran narkoba, khususnya di lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Ke depan, Lapas Pekanbaru berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan sistem pengamanan.

Evaluasi berkala akan terus dilakukan guna memastikan seluruh prosedur berjalan dengan optimal dan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Lapas Pekanbaru optimistis mampu menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga binaan maupun petugas.

Perang melawan narkoba dan praktik ilegal bukan hanya tugas, tetapi tanggung jawab bersama yang harus dijalankan tanpa kompromi.(*01/Leli)