5.000 Warga Padati Ziarah Kubur dan Ayi Ayo Onam, 155 Personel Polres Kampar Pastikan Aman dan Kondusif
BANGKINANG – Tradisi tahunan masyarakat Kampar kembali semarak. Sekitar 5.000 warga tumpah ruah mengikuti kegiatan Ziarah Kubur dan Ayi Ayo Onam 1447 H/2026 M yang digelar pada Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan yang sarat nilai religi dan budaya ini berlangsung khidmat dengan pengamanan ketat dari 155 personel Polres Kampar.
Sejak pagi hari, ribuan peserta telah berkumpul di Balai Bupati Kampar.
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa begitu kental, menandai kuatnya tradisi yang terus dijaga lintas generasi.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar bersama istri, Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, jajaran Forkopimda, kepala OPD, hingga tokoh masyarakat setempat.
Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang menegaskan bahwa pengamanan maksimal dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.
Sebanyak 155 personel diterjunkan dan disebar di berbagai titik strategis, mulai dari lokasi titik kumpul hingga area pemakaman yang dikunjungi.
“Kami berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang mengikuti ziarah dan tradisi Ayi Ayo Onam. Seluruh personel telah kami siagakan dengan koordinasi yang matang,” ujarnya.
Pengamanan kegiatan dikoordinir langsung oleh Kabag Ops Polres Kampar, Kompol Amru Hutauruk.
Ia menjelaskan bahwa persiapan telah dilakukan jauh hari sebelumnya, termasuk survei lokasi dan pembagian tugas personel. Sinergi antara Polri, TNI, dan aparat terkait menjadi kunci utama kelancaran kegiatan.
Rangkaian acara dimulai dengan perjalanan menuju Kuburan Masiroh Pampung Godang di Desa Muara Uwai.
Di lokasi ini, peserta melaksanakan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur.
Suasana haru dan khidmat menyelimuti prosesi, diiringi lantunan doa yang dipanjatkan bersama.
Setelah itu, rombongan melanjutkan kegiatan dengan sarapan pagi di rumah Kepala Bidang Sosial, yang semakin mempererat kebersamaan antar peserta.
Tradisi ini bukan sekadar ritual, tetapi juga menjadi momen silaturahmi yang memperkuat hubungan sosial masyarakat Kampar.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kuburan Maisiroh dan Kuburan Umum Darun Nahdhah. Di setiap lokasi, peserta kembali melaksanakan doa bersama.
Kehadiran pimpinan daerah bersama masyarakat menunjukkan kuatnya komitmen dalam menjaga tradisi sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan warga.
Selama kegiatan berlangsung, personel pengamanan tampak sigap mengatur arus lalu lintas dan menjaga ketertiban.
Kehadiran aparat memberikan rasa aman, sehingga masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tenang dan nyaman.
Kompol Amru Hutauruk menyampaikan bahwa keberhasilan pengamanan tidak lepas dari kerja sama semua pihak.
“Kami bersyukur kegiatan berjalan lancar. Ini berkat kolaborasi yang baik antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat,” jelasnya.
Ziarah Kubur dan Ayi Ayo Onam sendiri merupakan tradisi khas masyarakat Kampar yang dilakukan menjelang atau setelah Idulfitri.
Tradisi ini menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarwarga.
Antusiasme masyarakat yang mencapai ribuan orang menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya dan religi masih terjaga kuat.
Di tengah perkembangan zaman, tradisi ini tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kampar.
Dengan pengamanan yang maksimal dan partisipasi masyarakat yang tinggi, kegiatan Ziarah Kubur dan Ayi Ayo Onam tahun ini berlangsung sukses.
Tidak hanya menjadi ajang spiritual, kegiatan ini juga memperlihatkan kekompakan dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga warisan budaya daerah.
Momentum ini diharapkan dapat terus dilestarikan, sehingga generasi mendatang tetap mengenal dan mencintai tradisi leluhur yang penuh makna.(*01/Leli)









Tulis Komentar