Apel Perdana Usai Lebaran, Bupati Kampar Tegaskan Disiplin ASN dan Percepatan Kinerja Pemerintah Daerah

pelaksanaan apel gabungan perdana aparatur sipil negara (ASN) yang dipimpin langsung oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kampar

KAMPAR – Pemerintah Kabupaten Kampar langsung tancap gas usai libur panjang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Hal ini ditandai dengan pelaksanaan apel gabungan perdana aparatur sipil negara (ASN) yang dipimpin langsung oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kampar, Bangkinang, Rabu (25/03/2026).

Apel yang diikuti ratusan ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat disiplin, mengevaluasi kinerja, sekaligus menyatukan kembali semangat pelayanan publik setelah melewati masa libur Lebaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Drs. H. Hambali, M.Si, para Asisten Setda Kampar, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar.

Dalam amanatnya, Bupati memberikan apresiasi atas tingkat kehadiran ASN yang dinilai tinggi pada hari pertama kerja.

Ia menilai hal ini sebagai cerminan komitmen dan kepatuhan aparatur terhadap aturan yang berlaku.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kampar, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh ASN dan PPPK yang hadir tepat waktu mengikuti apel gabungan ini. Ini merupakan bentuk kedisiplinan dan tanggung jawab kita sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” ujar H. Ahmad Yuzar.

Ia menegaskan bahwa disiplin merupakan fondasi utama dalam membangun birokrasi yang profesional dan berintegritas.

Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi pemerintahan sangat ditentukan oleh tingkat kedisiplinan serta etos kerja aparatur di dalamnya.

“Disiplin bukan hanya soal kehadiran, tetapi juga menyangkut integritas, komitmen, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ini yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Kampar tersebut juga menginstruksikan kepada seluruh pimpinan OPD untuk meningkatkan pengawasan terhadap kinerja pegawai di masing-masing instansi.

Ia meminta agar tidak ada lagi ASN yang mengabaikan tanggung jawab, terutama pada sektor pelayanan publik.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Drs. H. Hambali, M.Si, dalam keterangannya usai apel, menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti arahan Bupati dengan memperketat sistem pengawasan internal di seluruh OPD.

“Kami akan memastikan setiap OPD menjalankan fungsi pengawasan dengan maksimal. Kehadiran dan kinerja pegawai akan terus dipantau agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” ujarnya.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian serius dalam apel tersebut adalah layanan kesehatan.

Bupati menegaskan bahwa rumah sakit, puskesmas, hingga puskesmas pembantu (pustu) harus tetap memberikan pelayanan maksimal tanpa kendala, meskipun masih dalam suasana pasca Lebaran.

Ia tidak ingin masyarakat merasakan penurunan kualitas layanan hanya karena aparatur belum sepenuhnya kembali ke ritme kerja normal.

Oleh karena itu, pengawasan terhadap sektor ini harus dilakukan secara ketat dan berkelanjutan.

“Pelayanan kesehatan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Tidak boleh ada alasan untuk menurunkan kualitas layanan. Semua harus berjalan maksimal,” tegasnya.

Selain sektor kesehatan, perhatian juga diberikan terhadap layanan administrasi kependudukan, perizinan, serta pelayanan sosial lainnya.

Bupati menekankan pentingnya kecepatan, ketepatan, dan transparansi dalam setiap proses pelayanan.

Dalam kesempatan itu, H. Ahmad Yuzar juga menyinggung kebijakan pemerintah pusat yang harus diterapkan di daerah secara selektif.

Ia menilai bahwa tidak semua kebijakan dapat diterapkan secara langsung tanpa penyesuaian dengan kondisi daerah.

“Kita harus cermat dalam menerapkan kebijakan. Lakukan pengawasan yang ketat dan pastikan setiap kebijakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Memasuki triwulan pertama tahun anggaran 2026, Bupati Kampar juga mengingatkan seluruh OPD untuk segera menyelesaikan berbagai laporan wajib.

Di antaranya Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ), Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), serta Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Ia menegaskan bahwa ketepatan waktu dalam penyusunan laporan merupakan bagian dari akuntabilitas kinerja pemerintah daerah.

Keterlambatan dalam penyampaian laporan dinilai dapat berdampak pada penilaian kinerja serta kepercayaan publik.

“Kita harus taat administrasi. Semua laporan wajib harus diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Tidak hanya fokus pada aspek administratif, Bupati juga mendorong percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.

Ia meminta seluruh OPD segera menjalankan program dan kegiatan yang telah direncanakan agar dampaknya dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

Menurutnya, APBD merupakan salah satu instrumen utama dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Percepatan belanja daerah akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi lokal.

“Pergerakan APBD harus dipercepat. Ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampar,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu Kepala OPD yang hadir, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. H. Zamhur, M.Kes, menyatakan kesiapan jajarannya untuk menjalankan arahan Bupati, khususnya dalam memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal.

“Kami telah menginstruksikan seluruh fasilitas layanan kesehatan untuk kembali beroperasi normal dengan pelayanan maksimal. Tidak ada toleransi untuk pelayanan yang tidak optimal,” ungkapnya.

Apel perdana ini juga diwarnai dengan suasana penuh kehangatan khas bulan Syawal. Usai pelaksanaan apel, seluruh peserta saling bersalaman sebagai bentuk silaturahmi dan saling memaafkan.

Dalam penutup arahannya, Bupati mengajak seluruh ASN untuk menjadikan momentum Syawal sebagai titik awal memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kepedulian sosial.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Kampar, saya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat persatuan dan meningkatkan kepedulian sosial kita,” tutupnya.

Dengan semangat baru pasca Lebaran, Pemerintah Kabupaten Kampar optimistis mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendorong percepatan pembangunan daerah secara berkelanjutan. Disiplin, kinerja, dan sinergi antar aparatur menjadi kunci utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik ke depan.