Razia Insidentil Lapas Narkotika Rumbai, Tegaskan Komitmen Zero Halinar dan Perkuat Deteksi Dini
Pekanbaru – Upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari praktik ilegal dan gangguan keamanan terus digencarkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai.
Pada Kamis (26/3/2026), jajaran petugas kembali menggelar razia insidentil di blok hunian warga binaan sebagai bentuk komitmen dalam mewujudkan “zero halinar” atau bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba.
Razia ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah strategis dalam mendeteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.
Kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari arahan dalam 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin pertama yang menekankan pemberantasan peredaran narkoba dan berbagai modus penipuan di dalam Lapas dan Rumah Tahanan.
Sejak pagi hari, suasana di Lapas Narkotika Rumbai tampak berbeda. Petugas gabungan yang terdiri dari staf keamanan, regu penjagaan, serta pejabat struktural telah bersiap melaksanakan razia secara menyeluruh.
Kegiatan diawali dengan apel singkat dan pengarahan guna memastikan seluruh petugas memahami prosedur serta tetap mengedepankan pendekatan humanis selama pelaksanaan.
Razia dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Edoward Nikelini Bangun.
Ia didampingi oleh Kepala Subseksi Pelaporan dan Tata Tertib Wan Rezwanda, serta Kepala Subseksi Keamanan Aidiel Candra. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan keseriusan dalam mengawal langsung jalannya kegiatan di lapangan.
Dalam arahannya, Edoward menegaskan bahwa razia insidentil merupakan bagian penting dari strategi deteksi dini.
Ia mengingatkan seluruh petugas agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak memberi celah terhadap potensi pelanggaran di dalam Lapas.
“Ini adalah komitmen bersama. Kita harus meningkatkan intensitas kontrol, baik di dalam blok hunian maupun di area luar Lapas. Selain itu, ketelitian dalam memeriksa setiap barang dan orang yang masuk menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan,” ujarnya.
Pelaksanaan razia berlangsung dengan tertib dan sistematis. Petugas melakukan penggeledahan kamar hunian satu per satu, memeriksa setiap sudut ruangan, serta mengecek barang-barang milik warga binaan.
Tidak hanya itu, penggeledahan badan juga dilakukan guna memastikan tidak ada barang terlarang yang disembunyikan.
Selama kegiatan berlangsung, warga binaan tampak kooperatif dan mengikuti arahan petugas.
Pendekatan persuasif yang diterapkan turut membantu menciptakan suasana kondusif, sehingga proses razia berjalan lancar tanpa adanya perlawanan ataupun insiden berarti.
Dari hasil razia tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Barang-barang tersebut kemudian didata dan langsung diamankan untuk proses lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Sebagai bentuk transparansi dan komitmen terhadap penegakan aturan, kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti hasil razia.
Proses ini dilakukan secara terbuka dan disaksikan oleh petugas yang terlibat, guna memastikan tidak adanya penyalahgunaan barang sitaan.
Langkah pemusnahan ini juga menjadi simbol keseriusan Lapas Narkotika Rumbai dalam memberantas peredaran barang terlarang di dalam lingkungan pemasyarakatan.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi warga binaan agar tidak mencoba melakukan pelanggaran serupa di masa mendatang.
Razia insidentil ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengawasan di dalam Lapas harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak boleh lengah.
Dengan berbagai modus yang terus berkembang, petugas dituntut untuk selalu sigap, responsif, dan adaptif dalam menghadapi setiap potensi ancaman.
Lebih jauh, Edoward menekankan pentingnya sinergi antar petugas dalam menjaga keamanan.
Menurutnya, keberhasilan menciptakan Lapas yang aman dan bersih tidak hanya bergantung pada satu pihak, melainkan hasil kerja sama seluruh elemen yang ada.
“Kita harus solid dan saling mendukung. Dengan kerja sama yang baik, kita bisa mewujudkan Lapas yang benar-benar bersih dari narkoba, handphone ilegal, dan praktik pungli,” tambahnya.
Komitmen menuju zero halinar bukan hanya menjadi slogan, melainkan target nyata yang terus diupayakan melalui berbagai langkah konkret, termasuk razia insidentil seperti yang dilakukan kali ini.
Upaya ini juga sejalan dengan tujuan pemasyarakatan, yaitu menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta mendukung proses pembinaan warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
Dengan pelaksanaan razia yang konsisten dan berkelanjutan, diharapkan Lapas Narkotika Rumbai dapat menjadi contoh dalam penerapan sistem pengamanan yang efektif dan berintegritas.
Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala maupun insidentil guna memastikan tidak ada celah bagi masuknya barang-barang terlarang ke dalam Lapas.
Langkah tegas ini menjadi bukti bahwa Lapas Narkotika Rumbai tidak memberi ruang bagi pelanggaran.
Dengan pengawasan ketat, komitmen kuat, dan kerja sama yang solid, cita-cita mewujudkan zero halinar bukanlah hal yang mustahil, melainkan tujuan yang terus didekati dengan kerja nyata setiap hari.









Tulis Komentar