Arus Balik Lebaran 2026 Menguat, Penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru Melonjak 24,6 Persen
PEKANBARU – Gelombang arus balik Lebaran 1447 Hijriah mulai terasa kuat di Bandara SSK II Pekanbaru, Memasuki H+3 Lebaran pada Rabu, 25 Maret 2026.
Aktivitas pergerakan penumpang dan pesawat di bandara kebanggaan masyarakat Riau itu menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan keterangan General Manager Bandara SSK II, Achmad, total pergerakan penumpang pada hari tersebut mencapai 12.822 orang, yang terdiri dari penumpang datang dan berangkat.
Angka ini mengalami kenaikan cukup tajam, yakni sebesar 24,6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
“Peningkatan ini menandakan arus balik sudah mulai berlangsung. Banyak masyarakat yang kembali ke kota tempat mereka bekerja dan beraktivitas setelah merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman,” ujar Achmad.
Tak hanya pergerakan penumpang yang meningkat, jumlah penerbangan juga menunjukkan tren serupa.
Tercatat sebanyak 75 pergerakan pesawat, baik kedatangan maupun keberangkatan, pada 25 Maret 2026. Jumlah tersebut meningkat sebesar 8,7 persen dibandingkan tahun lalu.
Lonjakan ini memperlihatkan bahwa moda transportasi udara masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam melakukan perjalanan jarak jauh, terutama pada momentum arus balik yang menuntut kecepatan dan efisiensi waktu.
Secara kumulatif, sejak dimulainya periode angkutan Lebaran pada 13 Maret hingga 25 Maret 2026, Bandara SSK II telah melayani sebanyak 152.164 pergerakan penumpang. Angka ini meningkat sebesar 8,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, total pergerakan pesawat selama periode tersebut mencapai 1.005 penerbangan, atau naik 10,6 persen dibandingkan tahun 2025.
Kenaikan ini menjadi indikator kuat bahwa mobilitas masyarakat selama Lebaran tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Achmad menjelaskan, pihak bandara telah melakukan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode mudik dan arus balik.
Mulai dari peningkatan kapasitas layanan di terminal, penambahan personel operasional, hingga penguatan koordinasi dengan maskapai penerbangan serta instansi terkait lainnya.
“Kami memastikan seluruh operasional berjalan lancar dan tetap mengutamakan keselamatan serta kenyamanan penumpang. Ini menjadi prioritas utama kami, apalagi di masa puncak seperti sekarang,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak bandara terus memantau perkembangan arus balik yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Untuk Kamis, 26 Maret 2026 atau H+4 Lebaran, jumlah pergerakan penumpang diprediksi mencapai 12.875 orang.
Prediksi ini menunjukkan tren peningkatan yang relatif stabil, seiring dengan kembalinya masyarakat ke kota masing-masing setelah libur panjang Lebaran.
Bahkan, jika dibandingkan dengan hari biasa di luar musim mudik, lonjakan ini tergolong sangat tinggi.
Pada kondisi normal, jumlah penumpang harian di Bandara SSK II hanya berkisar antara 8.000 hingga 8.500 orang.
Artinya, terjadi peningkatan signifikan hingga hampir 50 persen pada masa arus balik tahun ini.
Fenomena ini tidak terlepas dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi udara, serta membaiknya kondisi ekonomi dan mobilitas pascapandemi dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, faktor kemudahan akses tiket dan bertambahnya frekuensi penerbangan juga turut mendorong peningkatan jumlah penumpang.
Di sisi lain, suasana di terminal bandara tampak lebih ramai dari biasanya. Penumpang terlihat memadati area check-in, ruang tunggu, hingga jalur keberangkatan.
Meski demikian, kondisi tetap terkendali berkat pengaturan yang dilakukan oleh petugas bandara.
Sejumlah penumpang mengaku memilih kembali lebih awal untuk menghindari kepadatan yang lebih tinggi di puncak arus balik. “Saya sengaja pulang lebih cepat supaya tidak terlalu padat. Tapi ternyata sudah cukup ramai juga hari ini,” ujar salah seorang penumpang tujuan Jakarta.
Pihak bandara pun mengimbau seluruh calon penumpang untuk datang lebih awal, setidaknya dua hingga tiga jam sebelum jadwal keberangkatan.
Hal ini penting untuk mengantisipasi antrean serta proses pemeriksaan keamanan yang lebih ketat selama periode arus balik.
Selain itu, penumpang juga diingatkan untuk memastikan dokumen perjalanan lengkap serta memperhatikan barang bawaan sesuai dengan ketentuan penerbangan.
Dengan lonjakan yang terus terjadi, Bandara SSK II Pekanbaru kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu pintu gerbang utama mobilitas masyarakat di Pulau Sumatera, khususnya Provinsi Riau.
Momentum arus balik Lebaran 2026 ini tidak hanya mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi indikator positif bagi pemulihan sektor transportasi udara nasional.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin jumlah penumpang tahun ini akan melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya.
Seiring berjalannya arus balik, seluruh pihak terkait diharapkan tetap menjaga sinergi guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar hingga periode angkutan Lebaran berakhir.(*01/Leli)









Tulis Komentar