Ketegangan Dunia Memanas: Lingkaran Trump Terbelah soal Iran, Serbia Siaga Hadapi Ancaman Tiga Negara

Trump sebelumnya menyebut perang dapat berlangsung selama beberapa pekan.

Internasional - Isu geopolitik kembali memanas di berbagai kawasan dunia. Dari Timur Tengah hingga Balkan, sejumlah perkembangan terbaru menunjukkan dinamika politik dan militer yang semakin kompleks.

Berikut tiga kabar global yang paling banyak menyita perhatian publik.

Gedung Putih Memanas, Orang Dekat Trump Berbeda Sikap soal Akhir Perang Iran

Situasi di lingkaran dalam Gedung Putih dilaporkan mengalami ketegangan terkait arah kebijakan perang terhadap .

Sejak serangan militer yang dilakukan oleh bersama pada 28 Februari lalu, Presiden beberapa kali mengeluarkan pernyataan yang berubah-ubah mengenai durasi konflik tersebut.

Trump sebelumnya menyebut perang dapat berlangsung selama beberapa pekan. Namun tak lama kemudian ia menyatakan konflik itu bisa berakhir dalam waktu dekat.

Perbedaan pernyataan tersebut memicu laporan adanya tarik ulur di antara para penasihat dan tokoh penting di sekitar presiden mengenai strategi dan tujuan akhir operasi militer terhadap Iran.

Kondisi ini memunculkan spekulasi bahwa Gedung Putih tengah menghadapi dinamika internal dalam menentukan langkah selanjutnya di tengah meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah.

Balkan Memanas, Serbia Bersiap Hadapi Ancaman Tiga Negara

Ketegangan juga meningkat di kawasan Balkan setelah menyatakan kesiapan menghadapi kemungkinan serangan dari tiga negara tetangganya.

Presiden Serbia mengungkapkan bahwa pemerintahnya tengah memantau secara serius peningkatan kerja sama militer antara , , dan .

Menurut Vu?i?, kerja sama tersebut berpotensi menciptakan ancaman keamanan bagi negaranya sehingga Serbia harus meningkatkan kewaspadaan.

Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan Radio Television of Serbia (RTS) pada Kamis (12/3/2026).

Kondisi tersebut kembali memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan lama di Balkan, kawasan yang memiliki sejarah konflik panjang sejak dekade 1990-an.

Intelijen AS: Rezim Iran Masih Solid Meski Digempur Serangan

Di sisi lain, laporan intelijen dari menyebut kepemimpinan di masih tetap solid meski negara tersebut menghadapi serangan udara intensif.

Serangan besar-besaran dari AS dan Israel telah berlangsung hampir dua pekan sejak dimulai pada 28 Februari.

Namun menurut sejumlah sumber yang mengetahui laporan intelijen tersebut, pemerintahan di Teheran masih mampu menjaga stabilitas politik dan kontrol terhadap masyarakat.

Laporan itu menilai tidak ada indikasi bahwa rezim Iran berada di ambang keruntuhan dalam waktu dekat, meskipun tekanan militer dan geopolitik terus meningkat.