Obati Rindu di Bulan Ramadan, Lapas Selatpanjang Gelar Buka Puasa Bersama Warga Binaan dan Keluarga

Bulan suci Ramadan menjadi momen penuh makna bagi warga binaan di Lapas Kelas IIB Selatpanjang

SELATPANJANG – Bulan suci Ramadan menjadi momen penuh makna bagi warga binaan di Lapas Kelas IIB Selatpanjang. Rasa rindu kepada keluarga yang selama ini terpendam akhirnya terobati melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar pihak lapas, Selasa (10/3/2026).

Suasana haru dan hangat langsung terasa sejak sore hari ketika keluarga warga binaan mulai berdatangan ke lapas. Mereka membawa berbagai hidangan berbuka puasa, sekaligus melepas kerinduan dengan orang-orang tercinta yang tengah menjalani masa pembinaan.

Pertemuan tersebut menjadi momen yang sangat berharga. Senyum, pelukan, dan percakapan penuh kehangatan tampak menghiasi kebersamaan antara warga binaan dan keluarga mereka.

Kegiatan diawali dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustaz Muhammad Rizki. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para warga binaan untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Usai ceramah, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang berlangsung penuh kebersamaan, kemudian ditutup dengan salat Magrib berjamaah.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Selatpanjang, Yopi Febrianda, mengatakan kegiatan ini bertujuan menghadirkan suasana kekeluargaan bagi warga binaan sekaligus memberikan dukungan moral selama mereka menjalani masa pembinaan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin warga binaan tetap merasakan kehangatan keluarga di bulan Ramadan. Semoga kegiatan ini diridhoi oleh Allah SWT dan membawa kebaikan bagi warga binaan maupun keluarga mereka,” ujarnya.

Salah seorang warga binaan mengungkapkan rasa syukur karena dapat berbuka puasa bersama keluarga. Menurutnya, kebersamaan tersebut menjadi penyemangat untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih baik.

Melalui kegiatan ini, Lapas Selatpanjang berharap nilai-nilai kekeluargaan dan spiritualitas dapat terus tumbuh dalam diri warga binaan. Kebersamaan sederhana saat berbuka puasa menjadi pengingat bahwa dukungan keluarga dan kesempatan untuk berubah selalu terbuka, sehingga kelak mereka dapat kembali ke tengah masyarakat dengan harapan dan kehidupan yang lebih baik.