IRGC Siap Perang 6 Bulan Lawan AS–Israel, Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Sudah Dihancurkan
TEHERAN/WASHINGTON – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin memanas setelah Pasukan Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan kesiapan mereka melanjutkan perang intensif melawan Amerika Serikat dan Israel hingga enam bulan ke depan.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, dalam keterangan resmi yang dipublikasikan oleh kantor berita Fars News Agency. Ia menegaskan bahwa kekuatan militer Iran masih cukup untuk mempertahankan operasi tempur dalam skala besar.
“Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran mampu melanjutkan perang intensif setidaknya selama enam bulan dengan laju operasi saat ini,” ujar Naini.
Menurut IRGC, pasukan mereka telah menargetkan lebih dari 200 lokasi strategis yang berkaitan dengan pangkalan militer dan fasilitas milik Amerika Serikat serta Israel di kawasan Timur Tengah. Serangan terbaru bahkan disebut sebagai gelombang ke-27 dari “Operasi Janji Sejati”, yang diklaim menyasar markas pangkalan militer AS di Camp Arifjan, Kuwait, menggunakan rudal presisi jarak jauh.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan pernyataan yang bertolak belakang. Ia menilai operasi militer AS terhadap Iran berjalan sangat sukses dan telah melumpuhkan sebagian besar kekuatan militer negara tersebut.
Berbicara kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One, Trump menyebut militer Amerika telah menghancurkan banyak aset tempur Iran hanya dalam waktu singkat.
“Kami telah mencapai lebih banyak dalam satu minggu daripada yang diperkirakan siapa pun. Kami telah melenyapkan angkatan laut mereka—44 kapal. Kami juga telah melenyapkan angkatan udara mereka, setiap pesawat,” kata Trump.
Ia juga mengeklaim bahwa serangan militer AS telah merusak fasilitas produksi rudal Iran dan secara signifikan melemahkan kemampuan drone mereka.
“Kami menghantam fasilitas manufaktur rudal mereka dengan sangat keras. Kapasitas drone mereka kini jauh menurun,” tambahnya.
Ketika ditanya berapa lama konflik akan berlangsung, Trump menegaskan operasi militer akan terus berjalan hingga tujuan tercapai.
“Perang ini akan berlangsung selama diperlukan,” ujarnya singkat.
Pernyataan yang saling berseberangan dari Teheran dan Washington ini semakin memperlihatkan kerasnya rivalitas militer di kawasan Timur Tengah. Banyak pengamat menilai, jika eskalasi terus meningkat, konflik tersebut berpotensi meluas dan mengguncang stabilitas global.









Tulis Komentar