Jelang Mudik Lebaran, Ditlantas Polda Riau Petakan Titik Rawan Macet dan Kecelakaan
PEKANBARU – Menjelang arus mudik Idul Fitri, Direktorat Lalu Lintas Polda Riau mulai memetakan sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan di berbagai jalur utama di Provinsi Riau.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diperkirakan meningkat signifikan saat arus mudik maupun arus balik Lebaran.
Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Jeki Rahmat Mustika, mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah lokasi yang berpotensi memicu kepadatan arus lalu lintas hingga kecelakaan.
“Beberapa titik rawan sudah kami identifikasi, baik yang berpotensi menimbulkan kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas. Karena itu kami menyiapkan langkah pengamanan serta rekayasa lalu lintas di jalur-jalur tersebut,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Di jalur lintas barat Pekanbaru menuju Sumatera Barat yang melintasi wilayah Kabupaten Kampar, terdapat beberapa titik rawan kecelakaan, seperti KM 82/83 Desa Pulau Gadang dan KM 98 Desa Tanjung Alai di Kecamatan XIII Koto Kampar.
Selain itu, titik lain berada di KM 17 Desa Rimbo Panjang dan KM 29 Sei Pinang di Kecamatan Tambang.
Tak hanya itu, kepadatan kendaraan juga berpotensi terjadi di sejumlah kawasan pasar yang berada di sepanjang jalur tersebut, seperti Pasar Kuok, Pasar Danau Bingkuang, dan Pasar Kampar yang kerap dipadati aktivitas warga.
Sementara di jalur lintas timur Pekanbaru menuju Jambi yang melewati wilayah Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hilir, polisi juga menemukan sejumlah titik rawan kecelakaan.
Di antaranya KM 27 Desa Simpang Beringin, KM 44 Desa Kiyap Jaya, KM 68–69 Pangkalan Kerinci, KM 82 Desa Kemang, hingga KM 120 Desa Pesaguan.
Selain itu, titik lain yang perlu diwaspadai berada di Jalan Lintas Timur KM 17 Desa Redang Seko di Indragiri Hulu serta KM 278 Dusun Masad Desa Keritang di Indragiri Hilir.
Untuk jalur lintas tengah Pekanbaru menuju Kabupaten Kuantan Singingi hingga Sumatera Barat, potensi kemacetan diperkirakan terjadi di kawasan Pasar Benai Kecamatan Benai serta di KM 195 Jalan Pasar Lubuk Jambi.
Sedangkan titik rawan kecelakaan berada di KM 131 Muara Lembu Kecamatan Singingi.
Adapun jalur Pekanbaru menuju Sumatera Utara melalui wilayah Kabupaten Rokan Hilir juga diprediksi rawan kemacetan, terutama di Pajak Lama Bagan Batu, jalan rusak KM 18 Balam, jalan rusak KM 6 Balam, serta kawasan Pasar Tumpah Ujung Tanjung.
Di jalur ini juga terdapat beberapa titik rawan kecelakaan seperti KM 31 Kecamatan Balai Jaya, KM 21 Balam Desa Bangko Sempurna, KM 6 Balam Desa Bangko Permata, serta Simpang Batang Desa Rantau Bais Kecamatan Tanah Putih.
Untuk mengantisipasi potensi kemacetan dan kecelakaan tersebut, Ditlantas Polda Riau telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan.
Mulai dari peningkatan patroli di titik rawan, pemasangan rambu dan spanduk imbauan, hingga menyiapkan jalur alternatif jika terjadi kepadatan kendaraan.
"Kami juga menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan di jalur mudik, termasuk menyediakan tempat istirahat bagi pengendara yang kelelahan. Tujuannya agar perjalanan masyarakat selama mudik tetap aman dan lancar,” jelas Jeki.
Selain itu, masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, mematuhi aturan lalu lintas, serta tidak memaksakan diri berkendara saat lelah.
"Jika merasa mengantuk atau kelelahan, silakan beristirahat di pos yang telah disediakan. Keselamatan adalah yang utama selama perjalanan mudik,” tegasnya.
Khusus di dalam Kota Pekanbaru, Ditlantas Polda Riau juga mendirikan dua pos pantau untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Pos tersebut berada di Simpang Tabek Gadang Panam untuk memantau arus kendaraan menuju Sumatera Barat serta di Simpang Mal SKA guna mengantisipasi lonjakan kendaraan masyarakat yang berkunjung ke pusat perbelanjaan selama libur Lebaran.









Tulis Komentar