Oknum Propam Terlibat Narkoba, Polres Bengkalis Pecat Aipda Asmadi Secara Tidak Hormat

Foto : anggota polisi berpangkat Aipda, Asmadi, resmi diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH).jpg

BENGKALIS – Komitmen bersih-bersih internal kembali ditegaskan Polres Bengkalis. Seorang anggota polisi berpangkat Aipda, Asmadi, resmi diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan disersi dan terlibat dalam jaringan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Bengkalis.

Upacara PTDH digelar pada Senin (2/3/2026) di halaman Mapolres Bengkalis. Prosesi tersebut dipimpin langsung Kapolres Bengkalis, Fahrian Saleh Siregar, serta dihadiri jajaran Pejabat Utama, Kabag SDM, Kasi Propam, dan seluruh personel.

Keputusan pemecatan dijatuhkan berdasarkan hasil sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri yang menyatakan Aipda Asmadi melakukan pelanggaran berat.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Bintara Administrasi Seksi Profesi dan Pengamanan (Ba Sie Propam) Polres Bengkalis posisi strategis yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga disiplin dan integritas anggota.

Ironisnya, jabatan di fungsi pengamanan internal itu justru ternoda oleh keterlibatan dalam kasus narkotika, kejahatan yang selama ini menjadi musuh bersama bangsa.
Dalam amanatnya, Fahrian menegaskan bahwa institusi tidak akan mentoleransi pelanggaran, terlebih yang berkaitan dengan tindak pidana narkoba.

“Tidak ada ruang bagi anggota yang melanggar hukum.

Ini komitmen kami untuk menjaga marwah institusi dan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan oknum di bagian Propam merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah jabatan. Karena itu, sanksi tegas menjadi konsekuensi yang tak terhindarkan.

Kapolres juga menekankan bahwa upacara PTDH bukanlah kebanggaan, melainkan momen evaluasi dan introspeksi bagi seluruh personel.

Ia mengingatkan setiap insan Bhayangkara untuk selalu menjunjung tinggi nilai Tribrata dan Catur Prasetya serta tidak menggadaikan integritas demi kepentingan sesaat.

Langkah tegas ini menjadi pesan kuat bahwa Polres Bengkalis tidak akan ragu membersihkan unsur-unsur yang merusak dari dalam.

Dengan institusi yang semakin bersih dan solid, Polri diharapkan semakin profesional, transparan, dan dipercaya masyarakat dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan publik.