Sentuhan Psikologis untuk Korban Kekerasan, Polda Riau Dampingi Mahasiswi UIN Suska Pulihkan Trauma
PEKANBARU – Upaya pemulihan mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau yang menjadi korban penganiayaan kini tak hanya berfokus pada penyembuhan fisik.
Polda Riau melalui Bagian Psikologi Biro SDM turun langsung memberikan pendampingan trauma healing di RSUD Arifin Achmad, tempat korban masih dirawat intensif, Jumat (27/2/2026).
Tim psikologi yang dipimpin Kabag Psikologi Biro SDM Polda Riau, AKBP Dr. Winarko, M.Psi., Psikolog, melakukan asesmen awal untuk memetakan kondisi emosional korban.
Pendekatan berbasis Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) digunakan guna mendeteksi gejala trauma seperti kecemasan berlebih, ketakutan mendalam, hingga bayangan kejadian yang terus berulang.
"Pemulihan mental sama pentingnya dengan pemulihan fisik. Kami ingin memastikan korban merasa aman, didengar, dan perlahan mampu mengelola emosinya,” ujar AKBP Winarko.
Menurutnya, trauma akibat kekerasan bisa berdampak jangka panjang jika tidak ditangani secara tepat.
Karena itu, intervensi sejak dini menjadi langkah krusial agar korban dapat kembali menjalani aktivitas akademik dan sosial secara bertahap.
Tak hanya korban, keluarga juga diberikan edukasi dan pendampingan. Keterlibatan keluarga dinilai menjadi faktor penting dalam membangun kembali rasa percaya diri serta kestabilan emosi korban selama masa penyembuhan.
Suasana pendampingan berlangsung hangat dan kondusif. Tim psikologi membuka ruang aman bagi korban untuk mengekspresikan perasaan tanpa tekanan, sekaligus menyusun rencana tindak lanjut sesuai kebutuhan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Polda Riau menghadirkan pelayanan yang humanis dan presisi tidak hanya menegakkan hukum terhadap pelaku, tetapi juga memastikan korban mendapatkan perhatian dan pemulihan menyeluruh.
Di balik luka yang dialami, harapan untuk bangkit kembali terus diupayakan









Tulis Komentar