Diduga Panen Sepihak di Kebun Ulayat Tambusai Timur, H. Porkot Hasibuan Ambil Sikap Tegas
Rohul – hallobintang.com
Konflik agraria di wilayah perkebunan eks-Torganda, Kecamatan Tambusai Timur, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, kembali memanas. Masyarakat Adat Raja Luhat Tambusai Timur melaporkan adanya aktivitas panen kelapa sawit secara sepihak di atas lahan yang diklaim sebagai Tanah Ulayat Raja Tambusai Timur oleh PT Agrinas Palma Nusantara. Aktivitas tersebut diduga melibatkan oknum aparat keamanan.
Berdasarkan laporan masyarakat di lapangan, pemanenan sepihak terjadi di areal Afdeling 8, 9, 11, dan 15 pada awal Februari 2026. Masyarakat menegaskan bahwa lahan tersebut merupakan hak adat yang sah dan belum pernah diserahkan kepada pihak korporasi.
“Kami sangat menyayangkan tindakan Agrinas yang melakukan panen di kebun ulayat. Di lokasi, kami melihat adanya oknum-oknum yang diduga membacking kegiatan panen sepihak ini,” ujar H. Porkot Hasibuan, salah satu Raja Luhat Tambusai Timur.
Konflik ini semakin memuncak setelah diketahui adanya ketegangan antara pekerja PT Agrinas dengan masyarakat tempatan yang menuntut pengembalian hak atas lahan yang sebelumnya disita oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan kini dikelola oleh PT Agrinas melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO).
Situasi Semakin Tegang
Kehadiran PT Agrinas yang mengelola lahan eks-Torganda mendapat penolakan keras dari masyarakat adat. Bahkan sebelumnya telah terjadi bentrokan yang membuat kondisi di lapangan semakin memanas.
Masyarakat adat mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kapolres Rokan Hulu, untuk segera turun tangan menghentikan aktivitas panen sepihak serta menarik oknum aparat yang dinilai tidak netral dalam konflik lahan ini.
“Kami meminta keadilan. Ini tanah ulayat kami. Kami minta pemerintah meninjau ulang izin Agrinas di atas tanah ulayat Raja Luhat Tambusai Timur,” tegas Porkot.
Sementara itu, Roganda, ST, selaku Sutan Raja Malelo, berharap pihak kepolisian bertindak tegas terhadap PT Agrinas agar konflik tidak semakin meluas dan menimbulkan korban jiwa seperti yang pernah terjadi di daerah lain.
“Kami tidak ingin ada korban. Kami berharap Polres Rokan Hulu bertindak tegas agar situasi tidak semakin memanas,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Agrinas Palma Nusantara belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan panen sepihak tersebut. Situasi di Tambusai Timur dilaporkan masih dalam kondisi tegang.









Tulis Komentar