Wabup Siak Dorong Penguatan Program Keamanan Pangan di Sekolah, Desa, dan Pasar
Siak – Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, menegaskan bahwa Program Prioritas Nasional Keamanan Pangan menjadi langkah strategis dalam menekan angka stunting serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Siak.
Hal tersebut disampaikan Syamsurizal saat menghadiri kegiatan Advokasi Program Prioritas Nasional Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Keamanan Pangan, Desa Pangan Aman, dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas Tahun 2026, yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru, di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, Kamis (12/2/2026).
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Siak, kami menyambut baik kegiatan ini. Kami berharap pertemuan ini menjadi sinergi yang kuat antara Pemkab Siak dan Balai Besar POM Pekanbaru dalam mempercepat upaya promotif dan preventif hidup sehat, sekaligus menurunkan angka stunting,” ujar Wabup.
Ia menegaskan bahwa program keamanan pangan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi harus dilanjutkan hingga ke tingkat kecamatan, desa, sekolah, dan pasar.
“Tahun 2026 ini menjadi stimulus awal. Ke depan, kita harapkan program ini bisa diterapkan di seluruh kecamatan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Wabup Syamsurizal juga mengingatkan peserta, khususnya pihak sekolah, agar benar-benar memahami materi yang diberikan, terutama dalam pengawasan jajanan anak sekolah agar tidak mengandung bahan berbahaya.
“Tolong dipelajari betul, terutama di sekolah. Jangan sampai ada penggunaan bahan pengawet atau zat berbahaya. Kita jaga bersama keamanan pangan,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar POM di Pekanbaru, Alex Sander, menegaskan pentingnya peran komunitas dalam menjaga keamanan pangan.
“Program ini bertujuan membangun kesadaran dan kemandirian masyarakat, mulai dari sekolah, desa, hingga pasar, agar mampu memastikan pangan yang beredar aman, bermutu, dan layak konsumsi,” jelasnya.
Kegiatan advokasi ini diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri dari perwakilan sekolah, desa, pengelola pasar, serta perangkat daerah terkait di Kabupaten Siak. Program ini diharapkan dapat berkelanjutan dan direplikasi di wilayah lain.









Tulis Komentar