Cahaya Ramadhan di Pendopo Rohul
Rohul – Mentari pagi di pertengahan Februari 2026 terasa lebih teduh di Pendopo Rumah Dinas Bupati Rokan Hulu. Kamis (12/2/2026), suasana hangat menyelimuti aula saat ratusan wajah penuh senyum berkumpul. Bukan sekadar agenda protokoler, hari itu menjadi momen “pulang ke rumah” bagi para penjaga moral bangsa dan tunas harapan daerah dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H.
Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, didampingi Ketua TP PKK Rohul Ny. dr. Yenni Dwi Putri Anton, menggelar silaturahmi akbar bersama para mubaligh, mubaligoh, serta ratusan anak yatim dari 16 kecamatan se-Kabupaten Rokan Hulu.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten III Edi Suherman, SH, Kepala Dinas Kominfo Suharman, Nst, S.IP, Ketua BAZNAS Rohul Ustadz Baihaqi Ad-dhuha, Lc, MH, serta para camat se-Kabupaten Rokan Hulu.
Panggung utama menjadi saksi penyerahan santunan kepada 250 anak yatim dan bingkisan bagi 230 mubaligh dan mubaligoh. Namun lebih dari sekadar bantuan materi, suasana haru memuncak saat Bupati Anton menyampaikan pesan yang menggetarkan hati para tamu undangan.
Kepada para pendakwah, Bupati menyebut mereka sebagai sosok vital di balik ketenangan batin masyarakat Rohul.
“Bapak dan Ibu adalah lentera umat. Tetaplah istiqamah menyampaikan dakwah dan membimbing umat dengan kesabaran. Ulama dan umara harus berjalan seiring demi kemaslahatan masyarakat,” ujar Bupati Anton penuh apresiasi.
Perhatian khusus juga ia sampaikan kepada anak-anak yatim. Dengan nada kebapakan, ia menegaskan pemerintah daerah akan selalu menjadi sandaran bagi mereka.
“Kalian mungkin kehilangan sosok orang tua, tapi yakinlah, kalian tidak pernah kehilangan kasih sayang Allah. Kami hadir untuk memastikan kalian tetap tersenyum dan memiliki masa depan yang penuh harapan,” tuturnya.
Kehadiran perwakilan dari seluruh pelosok Rokan Hulu menunjukkan kuatnya ikatan kekeluargaan di Negeri Seribu Suluk. Silaturahmi ini menjadi simbol bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan spiritual dan kepedulian sosial.
Cenderamata dan “sagu hati” yang dibagikan hari itu diakui Bupati sebagai wujud cinta dan komitmen nyata pemerintah daerah, agar para pejuang dakwah merasa dihargai dan anak-anak yatim merasa dipeluk oleh sistem.
Sebagai penutup yang menyejukkan, acara juga diisi dengan ceramah agama untuk membekali para undangan dalam mempersiapkan diri menyambut bulan penuh ampunan yang tinggal menghitung hari.
Kegiatan ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Rokan Hulu bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan haus dan lapar, tetapi juga tentang mempererat persaudaraan dan berbagi kebahagiaan dengan mereka yang paling membutuhkan.









Tulis Komentar