BALAPATISIA Gelar Aksi di Kanwil Bea Cukai Riau, Desak Bongkar Dalang 160 Juta Batang Rokok Ilegal
PEKANBARU – Barisan Lantang Para Aktivis Indonesia (BALAPATISIA) menggelar aksi unjuk rasa damai di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau, Senin (02/1/2026). Aksi tersebut menjadi sorotan publik lantaran menuntut pengungkapan tuntas dalang di balik temuan 160 juta batang rokok ilegal tanpa pita cukai yang diduga merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah.
Aksi yang berlangsung sejak pukul 14.48 WIB hingga 15.30 WIB itu diikuti sekitar 50 orang massa. Massa terlebih dahulu berkumpul di sebuah minimarket di seberang lokasi, sebelum bergerak menuju Kantor Kanwil DJBC Riau di Jalan Jenderal Sudirman No. 467, Kota Pekanbaru. Spanduk, karton tuntutan, bendera, ikat kepala, serta pengeras suara mewarnai jalannya aksi.
BALAPATISIA menyoroti temuan rokok ilegal di Gudang Avian, Pekanbaru, dengan nilai barang mencapai Rp399,20 miliar dan potensi kerugian negara sekitar Rp213,76 miliar. Meski kasus tersebut telah terungkap, hingga kini pemilik dan dalang utama rokok ilegal tersebut belum diumumkan ke publik.
Dalam pernyataan sikapnya, BALAPATISIA mendesak Kanwil Bea Cukai Riau untuk bersikap transparan dan terbuka terkait identitas pemilik serta jaringan pengusaha rokok ilegal tersebut. Mereka juga mempertanyakan lambannya penanganan perkara dan menduga adanya kejanggalan dalam proses penegakan hukum.
“Jika pengawasan berjalan maksimal, mustahil rokok ilegal sebanyak ini bisa masuk dan ditimbun di Riau. Ini bukan prestasi, melainkan bukti kelalaian serius,” tegas salah satu orator.
Tak hanya menekan Bea Cukai Riau, BALAPATISIA juga mendesak Pemerintah Republik Indonesia dan kementerian terkait untuk turun langsung melakukan audit total dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh jajaran Bea Cukai Riau tanpa pandang bulu. Mereka menuntut agar dalang, pemilik, dan jaringan mafia rokok ilegal segera ditangkap.
Dalam tuntutan lainnya, massa mendesak Menteri Keuangan RI, Purbaya, untuk membuka hasil audit kinerja DJBC Riau secara terbuka kepada publik, memanggil dan memeriksa seluruh pejabat tinggi, serta mencopot pejabat yang dinilai gagal mengungkap pelaku utama.
“Pak Purbaya, tolong pecat seluruh pejabat Bea Cukai Riau. Mereka terindikasi kuat bermain,” ujar Dicky Pratama, Koordinator Lapangan II.
Sementara itu, Alvieres Haloho, Koordinator Lapangan I, menegaskan bahwa BALAPATISIA tidak akan berhenti menyuarakan tuntutan hingga mafia rokok ilegal benar-benar ditangkap.
“Tangkap tongseng mafia rokok ilegal di Riau. Kami akan terus turun ke jalan,” teriaknya lantang.
Koordinator Umum aksi, Cep Permana Galih, menegaskan bahwa BALAPATISIA siap menggelar aksi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak direspons secara serius.
“Kami akan aksi jilid dua dan seterusnya sampai pejabat yang bertanggung jawab dicopot dan dalang mafia rokok ilegal ditangkap,” tegasnya.
BALAPATISIA juga mendesak Presiden Republik Indonesia untuk memberikan instruksi tegas dalam membenahi struktur Bea Cukai di Riau serta menindak aparat yang terbukti melanggar hukum.
Aksi berlangsung tertib, damai, dan mendapat pengawalan aparat keamanan. BALAPATISIA menegaskan aksi ini merupakan bentuk kepedulian publik terhadap maraknya perdagangan ilegal yang merugikan negara dan mencederai wibawa penegakan hukum di Provinsi Riau.









Tulis Komentar