Enam Bulan Menjabat, Bupati Afni Rombak Birokrasi: 71 Pejabat Dilantik

Siak -  Setelah enam bulan memimpin Kabupaten Siak, Bupati Afni Zulkifli akhirnya melakukan perombakan birokrasi besar-besaran. Sebanyak 71 pejabat eselon II, III, IV hingga pejabat fungsional resmi dilantik dalam sebuah prosesi khidmat di Balairung Datuk Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat, Jumat (19/12/2025).

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Afni serius membangun birokrasi yang profesional, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Ini pelantikan pertama di masa kepemimpinan saya. Tentu butuh keberanian untuk melakukan sedikit gebrakan agar kita bisa menyesuaikan diri dengan dinamika pemerintahan saat ini,” ujar Afni dalam sambutannya.

Dari total 71 pejabat yang dilantik, rinciannya meliputi satu pejabat eselon II, 40 pejabat eselon III (20 promosi dan 20 mutasi), 28 pejabat eselon IV (20 promosi dan delapan mutasi), serta satu pejabat fungsional.

Menariknya, dalam pelantikan ini Bupati Afni mengambil langkah strategis dengan merekrut ASN dari lembaga vertikal Kejaksaan Tinggi Riau untuk mengisi jabatan Kepala Bagian Hukum Setdakab Siak. Menurut Afni, langkah tersebut diambil untuk memperkuat tata kelola hukum dan memastikan seluruh kebijakan pemerintah berjalan sesuai aturan.

“Kita ingin penyelenggaraan pemerintahan berjalan aman, tertib, dan taat hukum,” tegasnya.

Afni juga menepis isu miring terkait mutasi dan promosi jabatan. Ia memastikan seluruh proses dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa kepentingan politik. Bahkan, tidak ada satu pun pejabat yang mengalami demosi.

“Tidak ada urusan personal, tidak ada urusan politik. Kita tegak lurus pada sumpah jabatan yang dibacakan di bawah Al-Qur’an. Jabatan ini adalah amanah dan akan dimintai pertanggungjawaban, bukan hanya kepada pimpinan, tapi juga kepada Tuhan,” katanya dengan nada tegas.

Sebagai Bupati perempuan pertama di Kabupaten Siak, Afni juga secara keras menolak praktik jabatan transaksional. Ia menegaskan tidak ada setoran, permintaan, atau imbalan dalam bentuk apa pun terkait pengisian jabatan.

“Jika ada oknum yang mengatasnamakan saya atau pimpinan, segera laporkan. Saya pastikan itu tidak benar,” tandasnya.

Dalam arahannya, Afni mengingatkan para pejabat agar tidak berjarak dengan masyarakat. Loyalitas ASN, menurutnya, bukan kepada atasan semata, melainkan kepada rakyat.

“Jangan bergaya ala pejabat. Berbaurlah dengan rakyat, layani mereka tanpa tapi. Dalam kondisi sulit seperti sekarang, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat sangat berarti,” pesannya.

Ia juga menegaskan bahwa evaluasi kinerja akan dilakukan secara berkala, terlebih dengan rencana penyesuaian Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) pada awal tahun mendatang. Meski demikian, Afni meminta seluruh pejabat tetap bekerja maksimal selama masih mengemban amanah.

Pelantikan ini menandai babak baru pemerintahan Kabupaten Siak—sebuah upaya membangun birokrasi yang lebih bersih, responsif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

(MC Kabupaten Siak/Rahma)