PPDI Bengkalis Tunjukkan Solidaritas Nusantara, Rp36,2 Juta dan Sembako Dikirim untuk Korban Bencana Aceh

BENGKALIS, Riau – Kepedulian dan semangat gotong royong kembali ditunjukkan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Bengkalis. Melalui aksi kemanusiaan, PPDI Bengkalis berhasil menghimpun donasi sebesar

Donasi tersebut merupakan hasil penggalangan dana selama dua minggu sejak awal Desember 2025, yang melibatkan perangkat desa se-Kabupaten Bengkalis, kelembagaan desa, tokoh masyarakat, hingga elemen pendidikan dan warga desa.

Ketua PPDI Kabupaten Bengkalis periode 2025–2030, Slamet Rahayu, mengatakan aksi ini lahir dari rasa empati mendalam terhadap saudara-saudara di Aceh yang tengah menghadapi musibah.

“Bencana yang terjadi di Aceh adalah duka kita bersama. Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kami merasa terpanggil untuk berbagi dan meringankan beban para korban,” ujarnya.

Slamet mengapresiasi antusiasme dan kepedulian seluruh pihak yang telah berkontribusi. Menurutnya, setiap bantuan yang terkumpul akan disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat terdampak bencana.

Secara rinci, donasi terbesar berasal dari Kecamatan Pinggir sebesar Rp11.977.000, disusul Kecamatan Bukit Batu Rp6.875.000, Kecamatan Batin Solapan Rp6.250.000, Kecamatan Rupat Utara Rp5.960.000, Kecamatan Mandau Rp1.750.000, Kecamatan Bengkalis Rp1.400.000, dan Kecamatan Talang Muandau Rp1.000.000.

Selain dana tunai, bantuan juga datang dari Guru PAUD Desa Sungai Meranti sebesar Rp500.000, tokoh masyarakat Jalaluddin sebesar Rp2 juta, serta bantuan sembako dari warga Desa Tasik Serai Barat, Kecamatan Talang Muandau, senilai kurang lebih Rp20 juta beserta pakaian layak pakai.

Prosesi pelepasan bantuan dilaksanakan di Halaman Kantor Camat Mandau, Selasa (16/12/2025) pukul 17.00 WIB. Kegiatan tersebut dihadiri empat camat, yakni Camat Mandau Riki Rihardi, S.STP., M.Si, Camat Pinggir Zamarico Dakanahay, S.Sos., M.Si, Camat Batin Solapan Muhammad Rusydy MR, S.STP., M.Si, serta Camat Talang Muandau Risky Afriandi, S.STP., M.Si.

Aksi ini menjadi bukti bahwa perangkat desa Bengkalis tidak hanya berperan dalam pelayanan pemerintahan, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam gerakan kemanusiaan dan solidaritas antar daerah.