Cyber Talk Riau: PPSW Kumpulkan Multipihak, UMKM Dibekali Pertahanan Digital Hadapi Kejahatan Siber

UMKM Dibekali Pertahanan Digital Hadapi Kejahatan Siber.jpg

Pekanbaru - Upaya memperkuat literasi dan keamanan digital bagi pelaku UMKM terus digencarkan. Asosiasi PPSW yang telah melatih lebih dari 30.000 pelaku usaha secara nasional termasuk 1.000 UMKM di Riau kini memperluas fokus dengan memberikan pelatihan keamanan siber mulai pertengahan 2025. Langkah ini diambil karena tingginya risiko kejahatan digital yang mengincar UMKM, terutama melalui teknik social engineering.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem keamanan digital, PPSW menggelar diskusi multistakeholder bertajuk Cyber Talk di Aula Kantor Bappeda Provinsi Riau, Jl. Gajah Mada No.200, Pekanbaru, Rabu (3/12/2025). Acara dibuka oleh Ir. Tien Mastina, M.Si, Pejabat Fungsional Perencana Utama Bappeda Riau, dan menghadirkan tiga narasumber utama:
• Kompol Dany Andhika Karya, SH., S.I.K, Kasubdit Siber Polda Riau
• Tiara Mulia Putri, S.Kom, Tim Kerja Substansi Operasional Pengamanan Persandian
• Mursidik SE, M.Si, Kepala UPT Pelatihan Koperasi dan UKM Provinsi Riau

Awas! Penipuan Online Masih Jadi Kejahatan Paling Marak

Dalam pemaparannya, Kompol Dany Andhika menyebut kejahatan siber yang umum terjadi meliputi phishing, love scamming, judi online, cyber bullying, hate speech, hingga carding dan hacking. Namun yang paling sering menjerat masyarakat Indonesia adalah penipuan online.

Ia mengingatkan pentingnya menghapus email dan aplikasi ketika menjual ponsel. “Kalau handphone dibeli orang lalu dibuka, email atau aplikasi yang tertinggal bisa dieksploitasi. Datanya bisa diambil tanpa disadari,” tegasnya.

Tantangan Besar: Masih Sulitnya Membangun Kesadaran Keamanan Digital

Tiara Mulia Putri menekankan bahwa mitigasi kejahatan siber membutuhkan strategi komunikasi yang lebih efektif dan kolaboratif. “Kami secara berkala melaksanakan pelatihan cyber security untuk seluruh OPD agar tiap satuan kerja memahami perannya. Dengan begitu, ekosistem keamanan digital pemerintah dan masyarakat bisa sama-sama diperkuat,” jelasnya.

UMKM Riau Banyak Jadi Target: Dari Undangan Palsu hingga Malware

Mursidik SE, M.Si mengungkap laporan dari pelaku UMKM yang kerap menjadi korban modus mengaku dari kantor pajak hingga kiriman aplikasi berbahaya. Ada pula kasus perangkat UMKM terkunci malware dan dimintai tebusan dalam bentuk dolar.

Ia mengimbau pelaku usaha berhati-hati membuka file dari nomor tak dikenal. “Cek dulu formatnya, apakah gambar, aplikasi, atau lainnya. Pastikan benar sebelum membuka,” ujarnya.

PPSW: Saatnya Kolaborasi, Bukan Jalan Sendiri-Sendiri

Direktur PPSW, Herlia Shanti, S.PI.,menegaskan bahwa kegiatan ini memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk menyampaikan tantangan mereka dalam menjaga keamanan digital. PPSW menargetkan:

1. Penguatan dialog multipihak
2. Identifikasi kerja sama keberlanjutan
3. Dukungan pencegahan dan penanggulangan kejahatan digital
4. Peningkatan kapasitas UMKM dalam mengelola usaha berbasis digital

Sementara itu,Fitriani Sunarto Sekretaris Eksekutif Asosiasi PPSW Riau menambahkan bahwa sektor-sektor terkait keamanan digital selama ini masih bekerja sendiri-sendiri. “Padahal, kalau saling terhubung, jangkauan program bisa lebih luas dan keberlanjutannya terjaga. Cyber Talk ini untuk mengoneksikan semua pihak agar gerakannya lebih menyeluruh,” ujarnya.

Ia juga memperkenalkan rencana kampanye berlabel #UMKMRiauAmanDigital sebagai simbol kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya keamanan digital.

RTL Disepakati: Tiga Aksi Konkret

Setelah diskusi, peserta menyepakati tindak lanjut berupa:

1. Aktivasi layanan terpadu penanganan kasus kejahatan digital UMKM
2. Edukasi keamanan digital melalui beragam media KIE yang menarik
3. Kampanye pencegahan dan penanganan kejahatan digital bagi UMKM

Narasumber Apresiasi PPSW

Kompol Dany Andhika dan Tiara Mulia Putri mengapresiasi PPSW karena melibatkan langsung pelaku UMKM. “Acara ini bagus, karena peserta bisa menyebarkan kembali informasi keamanan digital kepada keluarga dan lingkungan. Semoga semakin sedikit yang menjadi korban,” kata Kompol Dany.