Diskominfotiks Rokan Hilir Ungkap Cara Deteksi Kamera Tersembunyi dengan Teknologi Sederhana

Bagansiapiapi, 9 Oktober 2025  - Siapa sangka, mendeteksi kamera tersembunyi dan alat penyadap ternyata bisa dilakukan dengan teknologi sederhana? Fakta mengejutkan ini terungkap dalam kegiatan Sosialisasi Pengamanan Informasi dan Kontra Penginderaan (Counter Surveillance) yang digelar oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiks) Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (9/10), di Bagansiapiapi.

Kegiatan strategis ini diikuti oleh 31 perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan menghadirkan narasumber dari Diskominfotiks Provinsi Riau. Dalam sesi praktikal, peserta disuguhi demonstrasi langsung penggunaan berbagai alat pendeteksi ancaman fisik terhadap keamanan informasi mulai dari kamera pengintai tersembunyi, alat penyadap, hingga pemindai frekuensi radio.

Kegiatan ini dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Asuar, S.E., mewakili Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam. Dalam sambutannya, Asuar menekankan pentingnya penguatan keamanan informasi di tengah derasnya arus digitalisasi pemerintahan.

“Di era digital, informasi adalah aset strategis. Kebocoran data dan penyadapan komunikasi bukan hanya mengganggu operasional, tapi juga bisa meruntuhkan kepercayaan publik terhadap pemerintah,” tegas Asuar.

Deteksi Ancaman dengan Alat Sederhana

Salah satu narasumber, Yogi Ferdian, A.Md., memperagakan cara kerja tiga perangkat utama untuk kontra-penginderaan:

  • Detector kamera tersembunyi yang memanfaatkan pantulan sinar inframerah dari lensa kamera.
  • Bug detector, yang mendeteksi sinyal elektromagnetik dari alat penyadap aktif maupun pasif.
  • RF frequency scanner, yang mampu memindai dan mengidentifikasi transmisi gelombang mencurigakan di suatu area.

Menurut Yogi, pemahaman terhadap teknologi deteksi ini bukan hanya soal teknis, tapi bagian dari budaya keamanan siber nasional.

“Ancaman dunia maya tidak selalu digital. Banyak yang bersifat fisik dan tersembunyi. Kesiapsiagaan kita dalam mendeteksi dan mencegah adalah kunci menjaga kedaulatan informasi negara,” ujar Yogi.

Ancaman Siber Semakin Canggih

Sementara itu, narasumber lain, Asroy Cristian Sitorus, memaparkan materi bertajuk Lanskap Ancaman Siber Terkini. Ia mengungkap bahwa dalam dua tahun terakhir, serangan ransomware dan malware meningkat hingga 150 persen. Para pelaku kini memanfaatkan teknologi mutakhir, seperti kecerdasan buatan (AI) dan rekayasa sosial (social engineering) untuk melancarkan aksinya.

Ancaman yang disorot antara lain:

  • Phishing dan insider threats
  • Distributed Denial of Service (DDoS)
  • Supply chain attacks
  • Zero-day exploits dan kerentanan pada sistem cloud
  • Bahkan serangan berbasis AI-powered deepfake

“Keamanan siber bukan lagi isu teknis, melainkan isu strategis. Ini menyangkut kedaulatan negara di ruang digital,” kata Asroy.

Komitmen Daerah terhadap Keamanan Digital

Menurut laporan yang disampaikan oleh Saidatul Aklima, Plh. Kabid Persandian Diskominfotiks, kegiatan ini merupakan implementasi dari regulasi nasional, termasuk PP Nomor 71 Tahun 2019 dan Peraturan Kepala BSSN Nomor 10 Tahun 2019, yang mengatur tata kelola keamanan informasi di lingkungan pemerintah daerah.

Kegiatan sosialisasi ini sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dalam menciptakan layanan informasi publik yang aman, terpercaya, dan berbasis prinsip good gevernance.