Hangat dan Penuh Makna, Lapas Pekanbaru Gelar Sidang Pranikah untuk Pegawai

Pekanbaru,– Ada yang berbeda di Lapas Kelas IIA Pekanbaru pada Jumat (26/09/2025). Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti ruang Sekretariat WBBM saat dua pasangan calon pengantin yang merupakan bagian dari keluarga besar Lapas mengikuti prosesi Sidang Pranikah. Bukan sekadar formalitas, kegiatan ini menjadi bekal penting bagi kedua pasangan untuk melangkah ke gerbang kehidupan rumah tangga yang harmonis dan penuh pengertian.

Dua pegawai Lapas, Robby Febrinaldi dan Rengha Rezki Emiral Akbar, hadir bersama pasangan masing-masing. Sidang diawali dengan perkenalan dari kedua pasangan, memperkenalkan belahan jiwa mereka kepada keluarga besar Lapas. Momen ini disambut dengan hangat oleh jajaran pegawai dan pejabat struktural.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Erwin Fransiskus Simangunsong, dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam tentang makna pernikahan. Ia menekankan bahwa pernikahan bukan hanya ikatan antara dua insan, tetapi juga antara dua keluarga dan lingkungan kerja.

“Ketika Anda menyatakan akad, itu bukan hanya janji kepada pasangan Anda, tapi juga janji untuk menjalani kehidupan baru dengan penuh tanggung jawab dan kesetiaan,” ujar Erwin.

Lebih lanjut, Kalapas juga mengingatkan pentingnya peran istri dalam memahami tugas suaminya yang bekerja di lingkungan Lapas – sebuah objek vital negara. Ia menjelaskan bahwa jam kerja di Lapas tidak selalu mengikuti pola waktu biasa, karena ada situasi insidental yang menuntut kesiapsiagaan setiap saat.

Sebagai bentuk penghormatan dan integrasi, pasangan istri juga diarahkan untuk ikut aktif dalam kegiatan Dharma Wanita Persatuan Lapas Pekanbaru. Hal ini merupakan bagian dari penguatan dukungan keluarga terhadap tugas dan peran suami di institusi pemasyarakatan.

Menutup kegiatan, setiap pasangan menerima simbol unik berupa tanaman hidup, yang melambangkan kasih sayang dan komitmen. Seperti tanaman yang butuh disiram dan dirawat agar tumbuh subur, demikian pula cinta dalam pernikahan harus dijaga agar tetap tumbuh dan langgeng.

Dengan penuh haru dan semangat, kegiatan Sidang Pranikah ini bukan hanya menjadi tradisi, tetapi juga bentuk nyata perhatian Lapas Kelas IIA Pekanbaru terhadap kehidupan pribadi para pegawainya. Sebuah langkah kecil, namun bermakna besar untuk membangun keluarga yang kuat dan mendukung profesionalisme kerja